Napi Lapas Tangerang Masih Pakai Cincin Tunangan saat Ditemukan Tewas Terbakar, Terkuak Kisah Pilu

Hengky yang akan bebas 3 bulan mendatang setelah menjalani masa tahanan 7 tahun harus menjadi korban dalam insiden tersebut. Ini kisah pilunya.

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
TribunTangerang.com/Nur Ichsan
41 Korban tewas kebakaran Lapas Kelas I Tangerang akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Rabu (8/9/2021) 

TRIBUNSOLO.COM - Ibunda Hengky Gunawan Tjong (35) bin Liu Pen Hin tidak menyangka anaknya akan pergi dengan cara mengenaskan.

Ia mengaku memiliki firasat sebelum anaknya jadi korban kebakaran.

Yakni perasaan tidak enak sebelum bangunan tempat anaknya menjalani pembinaan dilalap si jago merah, Rabu (8/9/2021) dini hari.

Baca juga: Pesan Terakhir Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Ayah Korban: Dia Bilang Kangen adik- adiknya

Baca juga: Kepanikan Napi Lapas Tangerang Selamatkan Diri dari Kebakaran, Saling Injak hingga Gedor Kamar Sel

Hengky adalah satu dari 44 napi yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. (Istimewa)

Sebelum Lapas yang dihuni Hengky terbakar, ibuny sempat memiliki firasat seperti cerita umum orang awam, yakni matanya mengalami kedutan.

Namun kekhawatiran ibunda Hengky itu tidak dinilai jadi pertanda kalau anak keempatnya akan menjadi satu dari puluhan napi yang tewas terbakar.

"Orangtua saya dari kemarin matanya juga sempet kedut-kedutan ada apa ya, nanya saya dia 'lu gapapa kan', saya bilang gapapa. 'Lu masih dimana emang', sempet nanyain saya," kata Frengky adik Hengky Gunawan saat mendatangi Posko Antemortem yang dibuka oleh RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021) malam.

Informasi yang didapat dari media terkait sepeninggalnya Hengky juga membuat sang Ibunda kerap merasa lemas.

Bahkan, tak jarang ibunya jatuh pingsan saat melihat pemberitaan terkait kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Itu yang menjadi alasan Frengky hadir ke RS Polri untuk mengurus jasad sang kakak tanpa ditemani ibundanya.

"Makanya saya bingung mau ngajakin orangtua saya, enggak berani di rumah sudah 9 kali jatuh pingsan," ucapnya.

Meninggalnya sang kakak dalam kebakaran Lapas Tangerang kata Frengky menyisakan kepedihan mendalam untuk keluarga.

Bagaimana tidak, Hengky yang akan bebas 3 bulan mendatang setelah menjalani masa tahanan 7 tahun harus menjadi korban dalam insiden tersebut.

Penantian panjang untuk dapat bertemu sang kakak juga harus diikhlaskan Frengky dengan menjemputnya dalam kondisi tidak bernyawa.

Tak banyak kata-kata saat ditanyakan harapan, yang terlontar adalah rasa sakit yang diterima dia dan keluarganya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved