Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Harga Telur Anjlok, Peternak Boyolali Menjerit: Tombok Sampai Puluhan Juta

Peternak ayam layer atau ayam petelur kembali harus menelan pil pahit. Selama pandemi Covid-19 ini, harga telur ayam anjlok.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Peternak ayam di Boyolali menjerit, harga terlur anjlok. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Peternak ayam layer atau ayam petelur kembali harus menelan pil pahit.

Selama pandemi Covid-19 ini, harga telur ayam anjlok.

Bahkan, hanya untuk membeli pakan saja, hasil penjualan telur tak mampu menutupnya.

Baca juga: Sisi Lain Penjual Telur Gulung di Solo, Bingung Belikan Kuota Internet Buat Anak yang Belajar Online

Baca juga: Pecah Telur! Umbul Ingas di Klaten Kembali Dibuka untuk Umum, Selama 1 Tahun Ditutup karena Pandemi

Akibatnya, peternak harus rela nombok untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak ayam.

Tukinu, salah satu peternak ayam di Boyolali mengaku selama pandemi Covid-19 harga telur ayam anjlok.

Bahkan, saat ini harga telur ayam hanya Rp 15.400 per kilogramnya.

Baca juga: Viral Foto Nota Makan Mi Instan Pakai Telur Rp 54 Ribu di Puncak Bogor, Ini Kata Camat Cisarua

"Kalau harganya jatuh seperti ini, peternak mau tidak mau ya harus nombok untuk biaya pakan," kata Tukinu.

Anjloknya harga jual telur ini tak sebanding dengan harga pakan.

Baca juga: BREAKING NEWS : Truk Terguling, Ribuan Telur Tumpah Ruah di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo

Harga pakan justru melambung tinggi. Dari Rp 4.900-5.000 per kilogramnnya, saat ini tembus Rp 6.900 per kilogram.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved