Breaking News:

Cerita dari Solo

Di Daerah Sragen ini, Warga Percaya Dengarkan Lagu Sinden Bisa Bikin Terjebak di Dunia Lain

Kejadian aneh tak terduga akan menimpa orang yang mendengarkan lagu sinden di sebuah desa di Sragen ini.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Makam Syekh Muhammad Nasher atau yang terkenal disebut Mbah Singomodo di Dukuh Singomodo, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kejadian aneh selama ini terjadi di Dukuh Singomodo, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Apa itu? Ya, di wilayah tersebut ada kisah turun temurun yang merupakan sebuah pantangan.

Di mana warga di Singomodo dilarang mendengarkan atau membunyikan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh sinden atau sosok yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan.

Sinden akrab dengan kebudayaan Jawa.

Adapun di dukuh tersebut, juga terdapat makam Syekh Muhammad Nasher, atau yang terkenal disebut Mbah Singomodo.

Sosoknya merupakan salah satu prajurit Keraton Surakarta Hadiningrat.

Terdapat sejarah panjang, mengapa Eyang Nasher, panggilan akrab Syekh Muhammad Nasir membuat larangan tersebut.

Juru kunci makam Mbah Singomodo, Mbah Slamet mengatakan, setelah keluar dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Eyang Nasher dan kelima sahabatnya menyusuri Bengawan Solo.

Singkat cerita, sampailah rombongan tersebut di sebuah desa di tepi Bengawan Solo, yang saat ini menjadi Dukuh Singomodo.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved