Breaking News:

Liga Champions

Presiden UEFA Tegaskan Bahwa Mereka Tak Akan Khawatir Apabila 3 Klub Besar Ini Keluar dari Asosiasi

Presiden UEFA tak khawatir apabila Real Madrid, Barcelona dan Juventus pergi. Bahkan menurutnya klub itu memiliki presiden yang tidak kompeten

Editor: Erlangga Bima Sakti
ERIC ALONSO / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFP
Presiden Real Madrid, Florenitno Perez 

TRIBUNSOLO.COM, EROPA - Konflik tentang rencana kompetisi baru diluar UEFA, European Super League (ESL) masih berlangsung.

Tiga klub pembangkang, Real Madrid, Barcelona, dan Juventus masih terlibat dalam proyek kompetisi ESL itu. 

Pembentukan kompetisi non resmi diluar UEFA itu sendiri berdalih demi menyelamatkan klub-klub pendiiri dari krisis finansial.

Gagasan itu dipimpin oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, ESL masih "hidup" meski sembilan klub pendiri lainnya telah mundur dari proyek itu pada April 2021 lalu.

Florentino Perez juga bersikeras klub-klub pendiri memiliki kontrak yang mengikat dan tidak dapat keluar dari proyek tersebut.

Baca juga: FIFA Resmi Izinkan 8 Pemain Timnas Brasil Berlaga untuk Klubnya, Gelandang Andalan MU Fred Bisa Main

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Hari Ini: Potensi Debut Kedua Ronaldo dan Akankan Arsenal Terjungkal Lagi?

Sementara Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menegaskan potensi kepergian tiga klub pembangkang anggota European Super League tak membuat UEFA khawatir.

UEFA awalnya memberikan hukuman ringan terhadap sembilan klub yang telah mundur berupa denda senilai 15 juta euro (sekitar Rp 260 miliar).

Sementara itu, badan tertinggi sepak bola Eropa ini telah membuka proses hukum untuk Real Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Mereka terancam hukuman berat di antaranya adalah absen di Liga Champions selama dua musim.

Namun, tiga klub tersebut tak tinggal terima dan membawa kasus ini ke pengadalian.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved