Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Kasus Corona Turun, Petani Ikan di Wonogiri Senang:  Mudah Dapat Oksigen untuk Pengiriman

Para peternak ikan di karamba Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri mulai mudah mendapatkan oksigen untuk pengemasan ikan.

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
KONTAN/ADIWINATA SOLIHIN
Ilustrasi Ikan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Para peternak ikan di karamba Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri mulai mudah mendapatkan oksigen untuk pengemasan ikan.

Hal itu dampak dari kasus Covid-19 yang mulai menurun akhir-akhir ini.

Sebelumnya, tak lama setelah diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3 Juli lalu, para peternak ikan itu sulit mendapatkan oksigen.

Baca juga: Kesaksian Siswi SMA Buang Bayi di Wonogiri : Dari Hamil Sampai Melahirkan, Serumah Tak Ada yang Tahu

Baca juga: Modus Guru Olahraga Cabuli Bocah 14 Tahun di Wonogiri, Diajak ke Perpustakaan Sekolah: Minta Pijat  

Disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pembudidaya Ikan Waduk Gajah Mungkur Nila Kencana, Sugiyanto, oksigen digunakan untuk mengirim ikan, sehingga ikan masih dalam keadaan hidup ketika sampai di pemesan.

"Pas PPKM itu memang kesulitan, tapi sekarang ini sudah mulai mudah cari oksigennya," kata Sugiyanto, Minggu (12/9/2021).

Saat itu oksigen banyak digunakan untuk kepentingan medis, sehingga kebutuhan non-medis seperti para pengusaha karamba ini perlu usaha ekstra untuk mendapatkannya.

Baca juga: Wonogiri Masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur: Susun Masterplan Pariwisata 

Dulu, kata dia, paguyubannya mengirim ikan nila dalam keadaan mati.

Agar tetap segar, es batu ditata sedemikian rupa sehingga menjaga kesegaran ikan nila untuk diantar ke Yogjakarta.

Tak hanya itu, alternatif pengganti oksigen lain yang pernah dilakukan agar ikan yang dikirim tetap dalam keadaan hidup adalah dengan menggunakan blower.

Blower itu dihembuskan ke kantong-kantong yang berisi ikan. Dengan cara itu, ikan yang dikirim bisa tetap dalam keadaan hidup.

"Uji coba yang kita lakukan dengan cara itu berhasil, Tapi kita juga antisipasi tetap bawa tabung. Njagani kalau ada apa-apa pas dijalan," tandas Sugiyanto. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved