Beredar Kabar Hacker China Bobol Jaringan 10 Kementerian-Lembaga Termasuk BIN, Diduga Upaya Spionase
Baru-baru ini beredar dugaan pembobolan data 10 kementerian dan lembaga negara oleh kelompok hacker China, Mustang Panda.
TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini beredar dugaan pembobolan data 10 kementerian dan lembaga negara oleh kelompok hacker China, Mustang Panda.
Diberitakan TribunNews sebelumnya, peneliti keamanan internet Insikt Group, milik media internasional TheRecord, mengungkapkan system jaringan internal 10 Kementerian dan Lembaga pemerintah di Indonesia, termasuk BIN, yang dibobol sekelompok peretas asal China.
Baca juga: Viral Transformasi Kim Jong-un, Dulu Gempal Kini Kurus dan Tirus, Rakyat Korut Sampai Menangis
Berdasarkan laporan tersebut, peneliti mendeteksi bahwa aksi pembobolan tersebut ada hubungannya dengan Mustang Panda.
Mustang Panda dikenal sebagai kelompok peretas asal China yang biasa melakukan aktivitas mata-mata di dunia maya.
Target operasinya sendiri berada di wilayah Asia Tenggara.
Insikt Group mengatakan, mereka pertama kali menemukan aktivitas pembobolan ini pada April 2021.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran, aktivitas pembobolan itu berlangsung sejak Maret.
Belum jelas apa yang diincar Mustang Panda dan bagaimana metode pembobolan yang dilakukan para peretas.
Selain itu, tidak disebutkan kementerian atau lembaga negara yang menjadi target Mustang Panda selain BIN.
Disebutkan, pihak Insikt Group disebut juga telah memberikan informasi ini kepada Indonesia.
Para peretas disebutkan menggunakan private ransomware bernama Thanos.
Bahkan peretasan tersebut dikaitkan dengan upaya spionase Tiongkok dalam menghadapi situasi yang menghangat di Laut China Selatan.
Baca juga: Viral Video YouTuber Aceh Tepergok Mesum di Mobil dengan Pacar, Panik saat Digerebek Polisi
Reaksi pihak kepolisian
Dilansir dari TribunNews, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mendalami kasus tersebut.
"Dikoordinasikan ke kementerian tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (13/9/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/hacker_20160613_153550.jpg)