Breaking News:

Viral

Terungkap Motif Oknum Dokter Diam-diam Campurkan Sperma ke Makanan Istri Teman, Sudah 3 Kali Beraksi

Kasus oknum Dokter yang mencampurkan sperma ke dalam makanan milik korban, menghebohkan masyarakat di Semarang, Jawa Tengah.

int
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus oknum Dokter yang mencampurkan sperma ke dalam makanan milik korban, menghebohkan masyarakat di Semarang, Jawa Tengah.

Kejadian tersebut diduga dilakukan oleh pelaku sejak bulan Oktober 2020.

Baca juga: Kronologi Oknum Dokter Diam-diam Campurkan Sperma ke Makanan Teman, Begini Duduk Perkaranya

Dilansir dari TribunJateng, kejadian ini dilakukan oknum dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah Universitas ternama di Kota Semarang melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan. 

Diketahui, korban tak lain adalah istri temannya sendiri. 

"Kasus ini terjadi di rumah kontrakan yang dihuni oleh korban dan suaminya serta pelaku," papar pendamping korban dari LRC-KJHAM Nia Lishayati saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (10/9/2021).

Dilansir dari Kompas.com, oknum dokter berinisial DP mencampur sperma ke makanan istri teman karena mangaku kecanduan film porno.

"Pengakuan tersangka sudah melakukan 3 kali dan terobsesi dari nonton film porno. Merasa puas kalau spermanya dinikmati oleh orang lain," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy lewat pesan singkat, Selasa (15/9/2021).

Menurut Iqbal, tersangka dokter DP saat ini masih menjalani pemeriksaan kejiwaan dengan melibatkan psikiater dan psikolog.

Lalu untuk berkas kasusnya, kata Iqbal, tinggal menunggu perbaikan sebelum diserahkan ke kejaksaan.

"Saat ini yang bersangkutan sudah ditersangkakan dan sudah diberkas. Berkas sudah P-19. Beberapa hal perlu diperbaiki dan yang bersangkutan dalam penanganan dokter kejiwaan," jelasnya.

Baca juga: Pernah Ditikung TNI dan Pengusaha, Danang DA4 Akhirnya Dapat Jodoh Dokter, Bermula dari Niat Umrah

Tak ditahan

Oknum dokter DP saat ini telah ditetapkan tersangka.

Oknum dokter DP dijerat dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kesusilaan.

Namun, oknum dokter DP tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Dalam pasal tersebut dijelaskan barang siapa sengaja merusak di muka umum ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved