Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Kisah Pilu Bayi 7 Bulan di Boyolali Mengidap Jantung Bocor, Keluarga Kebingungan Biaya Operasi 

Kisah pilu dialami warga Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Kali ini, seorang bayi bernama Muhammad Atta Abiyuu yang menderita jantung bocor sejak lahir.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Atta bayi penderita jantung bocor terlihat ceria saat digendong neneknya, Selasa (21/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Kisah pilu dialami warga Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Kali ini, seorang bayi bernama Muhammad Atta Abiyuu yang menderita jantung bocor sejak lahir.

Bayi yang kini berusia 7 bulan itu diketahui mengalami kelainan jantung beberapa hari setelah lahir.

Bibir bayi Atta yang membiru saat ini cukup mengagetkan Pasangan Suami Istri (Pasutri) Angga Pramana Putra (27) dan Erlina Fatmawati (28).

Baca juga: Nyawa Bayi 7 Bulan Hilang Ditangan Pria di Riau, Gara-gara Masalah Sepele: Air Minum

Baca juga: Viral Video Bayi Tertawa Sendiri Lihat Mukena Tergantung, Ibu Ungkap Hal Janggal Setelah Kejadian

Tak hanya pada bibir saja yang menunjukkan keanehan, tangan dan kaki anak kedua dari Angga dan Erlina itu juga terlihat kebiru-biruan.

Atta pun lalu diperiksakan ke dokter. Namun dokter menyarankan agar periksa ke dokter spesialis jantung.

Benar saja, Atta didiagnosa menderita kelainan pada jantungnya, berupa bocor jantung.

Baca juga: Bayi Mungil Cantik yang Dibuang Ibunya di Wonogiri Jadi Rebutan, Ada yang Datang & Telepon Puskesmas

“Oleh dokter lalu disarankan untuk periksa lanjutan di RSU Dr Moewardi, Solo. Bahkan, dokter disana menyarankan untuk operasi secepatnya di Jakarta,” kata Angga, Selasa (21/9/2021).

Namun, biaya operasi ternyata sangat mahal, mencapai Rp 300 juta. Padahal BPJS Kesehatan hanya bisa mengcover maksimal separo biaya rumah sakit.

Untuk itu, Atta selama ini baru sebatas rawat jalan. Sebulan sekali diperiksakan ke RSU Dr Moewardi, Solo.

Keterbatasan biaya hidup dengan kondisi yang pas-pasan, Angga Pramana dan Erlina  harus berjuang agar anaknya segera sembuh, normal seperti bocah lainnya.

“Untungnya, kondisi anak saya cukup stabil. Hanya memang sering rewel dan sulit tidur. Kalau rewel terlalu lama, bibirnya menjadi kebiruan,” imbuhnya. (*)  

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved