Breaking News:

Viral

Viral Bocah Naik Kotak Gabus Susuri Sungai Demi Bisa ke Sekolah, Terungkap Fakta Sebenarnya

Sebuah video yang memperlihatkan bocah berseragam Pramuka seberangi sungai dengan kotak gabus, viral di media sosial.

Tiktok/ azzmaulana2
Kisah haru bocah SD naik kotak busa untuk berangkat sekolah. Lokasi disungai berada di Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berdekatan dengan laut Selat Bangka. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan bocah berseragam Pramuka seberangi sungai dengan kotak gabus, viral di media sosial.

Dalam videonya nampak bocah tersebut dengan santai mengayunkan tangannya menyusuri sungai saat berangkat sekolah.

Baca juga: Viral Penjual Gorengan Magelang Kuat Masukkan Tangan ke Minyak Panas, Ternyata Ada Doa yang Dibaca

Menyandang tas ransel, ia nampak mendayung dengan alat yang ada di kedua tangannya.

Video tersebut diunggah oleh akun Tiktok @azzamaulana2 pada Rabu (22/9/2021).

Dikutip dari Tribun Jateng, bocah laki-laki itu menaiki kotak gabus yang hanya muat untuk dirinya saja.

Tangannya mendayung di air supaya kotak gabus itu bisa terus mengapung di atas air.

Kisah haru bocah SD naik kotak busa untuk berangkat sekolah
Kisah haru bocah SD naik kotak busa untuk berangkat sekolah (Tiktok/ azzmaulana2)

"Seorang anak kecil yang mau berangkat sekolah dengan naik busa karena tidak akses jembatan.

Demi menuntut ilmu.

Seorang anak SD sumpah bayangin" ucap perekam video dari tepi sungai.

Anak itu pun terlihat santai mendayung dengan tangan dan tanpa rasa takut sama sekali.

Baca juga: Viral Video Anak Meratap di Makam Ibu, Awalnya Dikritik, Netizen Mendadak Iba Tahu Kisah Sebenarnya

Kisah di baliknya

Dilansir dari TribunSumsel.com, sungai tersebut berada di Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berdekatan dengan laut Selat Bangka.

"Kalau informasi dari Kades di sana memang benar anak kecil yang naik busa itu warga kita (Desa Kuala Dua Belas)," jelas Camat Tulung Selapan, Jemmy saat dikonfirmasi langsung, Kamis (23/9/2021) sore.

Dijelaskannya, anak-anak tersebut harus melewati sungai dengan transportasi seadanya untuk pergi ke sekolah dikarenakan tak adanya akses jembatan penyebrangan.

"Memang di sepanjang sungai yang memiliki lebar sekitar 20 meter itu memang tidak ada akses menyebrang berupa jembatan," ujar dia.

"Setahu saya selama ini anak-anak sudah biasa mengunakan perahu getek. Mungkin karena lagi tidak ada perahu, jadi mereka gunakan busa tersebut," ujarnya sembari menyudahi obrolan.

Baca juga: Viral Curhat Gadis Punya Ayah Tiri Usia 22 Tahun, Akhirnya Ikhlaskan Sang Ibu Dinikahi Berondong

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved