Kuliner Sragen
Bakso Mangkuk Kawah Merapi di Sragen, Porsi Jumbo dan Lelehan Lavanya Bikin Nagih
Siapa sih yang tidak suka bakso? Makanan sejuta umat ini, pastinya banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Siapa sih yang tidak suka bakso?
Makanan sejuta umat ini, pastinya banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.
Saat ini, bakso tidak hanya berbentuk bulat saja, namun berbagai kreasi diciptakan untuk memanjakan lidah pecintanya.
Baca juga: Di Klaten, Ada Bakso Tumpeng Merapi: Ukurannya Jumbo, Disiram Cabai Rawit Pedas
Baca juga: Viral Pedagang Bakso di Bandung Sempat Dikira Warga Korea, Terungkap Kisah Unik di Baliknya
Seperti kali ini, TribunSolo.com mencicipi bakso Mangkuk Kawah Merapi di Warung Mie Ayam dan Bakso Bandung di Kabupaten Sragen.
Lokasinya berada di Jalan Prayunan-Sragen KM 01, Dukuh Prayunan, Desa Kedungupit, Kecamatan / Kabupaten Sragen, atau sebelah timur Jembatan Sapen.
Sekilas, bakso Mangkok Kawah Merapi sama seperti bakso mangkok lainnya, yang berisi bakso kecil-kecil didalam bakso yang sudah dibentuk seperti mangkok, yang tentu saja bisa dimakan.
Tak lupa, bakso mangkok kawah merapi disajikan dengan mie dan kuah yang menyegarkan.
Baca juga: Lugunya Tukang Bakso yang Viral, Mengaku Tak Tahu Kalau Pelanggannya Pasien Covid-19
Seperti namanya, bakso tersebut terlihat seperti kawah merapi yang dipenuhi lava berwarna oranye menyala, yang bahkan tumpah-tumpah hingga ke keluar kawah.
Lava bakso mangkok merapi terdiri dari 3 sendok besar sambal, yang siap meledakkan perut penikmatnnya.
Soal rasa tak perlu diragukan lagi, bagi pecinta pedas, anda seperti menemukan surganya berkuliner.
Baca juga: Pesan Kakek Viral Penjual Bakso di Solo Kepada Pembelinya, Tidak Boleh Manja dan Selalu Bersyukur
Pedasnya maksimal, namun tidak sampai membuat perut sakit.
Dipadukan dengan rasa kuahnya yang pas, cocok dinikmati bersama keluarga dan sahabat, saat siang hari.
Pemilik warung mie ayam dan bakso Bandung 3, Andi Prasetyo mengatakan lebih baik anda berkunjung pada siang hari, untuk bisa merasakan lava yang siap meleleh di mulut anda.
"Kita buka dari jam 10.00 hingga jam 21.00 WIB, biasanya kalau bakso yang besar, seperti mangkok dan tumpeng habis maghrib dan isya sudah habis," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (27/9/2021).
Baca juga: Viral Akad Nikah Maharnya Bakso Goreng, Sebut Mahar Tak Harus Mewah, Begini Kisahnya
Selain bakso mangkok kawah merapi, di warung tersebut juga tersedia varian bakso jumbo lainnya, seperti bakso tumpeng merapi hingga bakso beranak lava.
Bakso mangkok kawah merapi dan kawan-kawan dengan porsi jumbo dibanderol dengan harga Rp 25.000.
Dalam sehari, Andi mengolah 50-60 kilogram daging, untuk diolah menjadi varian bakso jumbo tersebut.
Baca juga: Viral Pengantin di Purwokerto Menikah Pakai Mahar Bakso Goreng, Ternyata Ada Alasan Haru di Baliknya
Dalam sehari, Andi hanya mampu membuat 20-35 porsi bakso berukuran jumbo setiap item, karena terbatasnya tenaga yang membuat.
"Karena bakso semua kita olah sendiri, karena membuat bakso berukuran besar membutuhkan waktu lama, jadinya sehari hanya bisa membuat 20-35 porsi per itemnya," terangnya.
Untuk memuaskan para pecinta pedas, dalam sehari Andi membuat sambal dari 8-9 kilogram cabai.
Selain bakso jumbo, Mie ayam dan bakso Bandung 3 juga terdapat bakso dan mie ayam biasa, yang dibanderol dengan harga Rp 8.000-22.000.
Selain di timur Jembatan Sapen, Mie Ayam dan Bakso Bandung memiliki 2 cabang lainnya, di Kecamatan Sukodono tepatnya di timur Puskesmas Sukodono, dan di Kecamatan Gesi, tepatnya di timur Polsek Gesi. (*)