Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Bawa Gambar Munir dan KPK, Mahasiswa UNS Solo Peringati September Kelam

Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo menggelar aksi di depan Boulevard UNS,  Kamis (30/9/2021).

Penulis: Agil Tri | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil Tri
Aksi mahasiswa di depan Boulevard UNS, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo menggelar aksi di depan Boulevard UNS, Kamis (30/9/2021).

Dalam aksi yang berlangsung selama 60 menit itu, nampak tak ada pengamanan dari pihak kepolisian. 

Nampak sejumlah mahasiswa berdiri, dengan membawa berbagai foto bergambar Gedung KPK, Munir, Salim Kancil, dan berbagai tulisan.

Baca juga: Biodata Ketua BEM UNS Zakky Musthofa : Pimpin Aksi di KPK, Ternyata Dai Muda, Punya Seabrek Prestasi

Baca juga: Sikap UNS Solo, Setelah ada Mahasiswanya yang Layangkan Protes Keras ke Jokowi : Tak ada Pemanggilan

Mereka juga membawa bunga mawar mewah, lambang duka. 

Menurut salah satu peserta aksi, Nurul, bulan September ada berbagai momen kelam yang terjadi di Indonesia. 

"Selain ada G30SPKI, pada 12 September 1984 ada kejadian di Tanjung Priok, 24 September 1999 kejadian Trisaksi, 7 September 2004 peristiwa Munir, 26 September 2015 peristiwa Salim Kancil, dan pada September 2021 ini kejadian KPK," katanya.

Baca juga: Kata Aktivis HAM Soal 10 Mahasiswa UNS Solo yang Diamankan Polisi saat Kunjungan Jokowi 

Peristiwa itu dinilai mahasiwa merupakan tindakan pelanggaran HAM. 

Sehingga dalam aksi ini, mahasiswa membuat aksi menolak lupa dengan kejadian HAM yang pernah terjadi. 

"Kita ingin mengatakan kepada khalayak umum, bahwa permasalahan negara terkait pelanggaran hukum dan HAM masih banyak yang belum tertuntaskan," ujarnya.

Mahasiswa berharap, pemerintahan Joko Widodo dapat mengusut tuntas kasus HAM dan pelanggaran hukum. 

Sehingga bisa menjadi semangat baru untuk penegakan keadilan dan HAM. 

"Harapannya korban-korban pelanggaran hukum dan HAM bisa mendapat keadilan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved