Breaking News:

Kasus baru Covid-19 Melandai, Masa Karantina Wisatawan Akhirnya Diturunkan Menjadi Lima Hari

Kasus baru Covid-19 melandai, masa karantina wisatawan akhirnya diturunkan menjadi lima hari.

Editor: Eka Fitriani
Tribunnews.com/Dewi Agustina
Wisatawan menikmati objek wisata Monkey Forest Desa Padang Tegal, Ubud, Gianyar, Bali sebelum pandemi Covid-19. Foto diambil Oktober 2018 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus baru Covid-19 baru-baru ini semakin melandai.

Hal tersebut membuat perekonomian masyarakat hingga sektor pariwisata mulai menggeliat.

Demi mendorong perekonomian, Pemerintah kini akan mengevaluasi ulang sejumlah aturan terkait upaya pengendalian pandemi. 

Salah satunya adalah dengan menurunkan ketentuan masa karantina bagi wisatawan yang datang ke Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, masa karantina dari delapan kini dipangkas menjadi lima hari.

Baca juga: Ekonomi Pariwisata Wonogiri Berputar, Pantai Nampu Diserbu Wisatawan: Pedagang Kaget 

Baca juga: Hari Pertama Pembukaan Candi Cetho dan Candi Sukuh, Kunjungan Wisatawan Sepi

"Kami dapat umumkan untuk pertama kali presiden sudah memberikan arahan, kita sudah mendapat keyakinan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa karantina diturunkan menjadi lima hari,"ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada konferensi pers di Yogyakarta, Jumat (9/10/2021).

Sandiaga Uno membeberkan masa karantina memang penting dilakukan.

Namun tetap harus dievaluasi karena kebijakan karantina menjadi benteng bagi pariwisata Indonesia.

Selain itu juga menjadi peluang wisata era baru bagi hotel dengan menyediakan karantina internasional secara layak. 

Baca juga: Siap sambut Wisatawan, Bali Kini Wajibkan Pendatang Install Aplikasi LOVEBALI Saat Berkunjung

Baca juga: Rute Pembangunan Boyolali Makin Jelas, Pemkab Kantongi Data Riil hingga Tingkat RT

"Tapi kalau lima hari bisa dibuat satu resort, saya terpikir satu tempat didedikasikan karantina, itu memberikan satu keleluasaan bagi wisatawan yang datang selama lima hari," katanya di Yogyakarta, Jumat (8/10/2021).

Di sisi lain, juga harus dipantau kondisi kesehatannya agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Sandiaga Uno menyebutkan ada tiga daerah yang sedang dilakukan uji coba. Yaitu Bali, Bintan dan Batam. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved