Serie A Iltalia

Kontrak Lazio dengan Perusahaaan Kripto Asal China Diperpanjang, Nafas di Serie A Semakin Panjang

Perusahaan aset kripto Binance perpanjang kontrak sponsor dengan SS Lazio. Perpanjangan kontrak tersebut menambah napas Lazio untuk mengarungi Serie A

Tayang:
TribunSolo.com / AFP
Aksi Elseid Hysaj bersama Lazio saat pertandingan pra musim melawan Cadore, 17 Juli 2021, di Auronzo di Cadore, Italia. (Marco Rosi /Getty Images/ AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Perusahaan aset kripto Binance memperpanjang kontrak sponsor dengan SS Lazio.

Perpanjangan kontrak tersebut menambah napas Lazio untuk mengarungi Serie A musim 2021-2022.

Perpanjangan kontrak tersebut membuat nama perusahaan tersebut akan terpampang di jersey bagian dada klub yang berbasis di Roma, Italia ini untuk kali pertama pada Sabtu (16/10/2021).

Andreas Pereira saat masih berseragam Lazio. Ia bermain dalam Laga Serie A saat SSC Napoli melawan SS Lazio di Stadio Diego Armando Maradona, 22 April 2021. (Marco Rosi - SS Lazio/Getty Images/AFP)
Andreas Pereira saat masih berseragam Lazio. Ia bermain dalam Laga Serie A saat SSC Napoli melawan SS Lazio di Stadio Diego Armando Maradona, 22 April 2021. (Marco Rosi - SS Lazio/Getty Images/AFP) (TribunSolo.com / AFP)

Baca juga: Jadwal Liga Italia Pekan ke-8, Live di beIN Sports, Lazio vs Inter Milan dan Juventus vs AS Roma

Kala itu, Lazio bersua melawan Inter Milan pada lanjutan Serie A.

Pihak Lazio menginformasikan pada Kamis pekan lalu bahwa kerja sama keduanya akan berlangsung dua tahun dari sekarang.

"Ada opsi perpanjangan untuk tahun ketiga," kata pernyataan Presiden Lazio Claudio Lotito.

Kerja sama antara keduanya menghasilkan dana sekitar Rp 487,2 miliar.

Lazio berburu sponsor di jersey bagian dada sejak musim 2019.

Setahun sebelumnya, Lazio menyelesaikan kerja samanya dengan perusahaan judi Marathonbet.

Bitcoin
Bitcoin (http://bitcoinboard.net/)

Baca juga: AC Milan Menang Comeback, Olivier Giroud Senang Bisa Tandem dengan Ibrahimovic Walau Cuma 5 Menit

Sementara itu, pada Juli 2019, pemerintah merilis beleid baru pelarangan iklan judi di liga sepak bola.

"Kami sangat puas dengan kerja sama baru internasional ini," kata Presiden Lazio Clauido Lotito.

Sementara itu, Binance berdiri pada 2017 di China.

Perusahaan aset kripto ini terdaftar di Cayman Islands.

Binance memproduksi token dalam kerja sama dengan Lazio.

Sebelumnya, token itu juga ada di Inter Milan dan AS Roma.

Sementara itu, pihak Binance mengklaim bahwa dirinya adalah perusahaan pengelola aset kripto terbesar di dunia.

Namun demikian, Binance tidak mendapat izin di AS pada 2019.

Ilustrasi BitCoin
Ilustrasi BitCoin (TechCrunch)

Baca juga: Lazio Kalah Memalukan Dari Galatasaray, Kiper Thomas Strakosha Bikin Gol Bunuh Diri Konyol

Binance kemudian kemudian dibuka dengan entitas terpisah yang disebut Binance.

Hal inilah yang membuat AS kemudian mencermati pergerakan bisnis Binance.

Inggris pada Agustus 2021 juga belum memberikan lampu hijau bagi operasionalisasi Binance.

Liputan media Financial Times menyebut bahwa Binance tidak memiliki kantor pusat dan beroperasi dengan cara afiliasi di berbagai wilayah hukum untuk bisa masuk ke sistem pembiayaan perbankan konvensional.

"Kami akan membenahi sistem kami," kata Ketua Eksekutif Binance Changpeng Zhao dalam responsnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved