Berita Persis Solo

Dampak Flare di Stadion Manahan Solo, Dua Perempuan Mendapat Perawatan

Dua perempuan di Stadion Manahan Solo mendapat perawatan dampak flare. Namun, perawatan tersebut hanya perawatan ringan.

Tayang:
Tribunnews/Muhammad Nursina
FLARE - Sejumlah suporter tim sepak bola Persis Solo membakar flare setelah pertandingan melawan Dewa United lanjutan Super League pekan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026) malam. Persis Solo meraih kemenangan krusial atas Dewa United untuk keluar dari zona degradasi musim 2025/2026 berkat gol Luka Dumancic (75). TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina 

Ringkasan Berita:
  • Manajemen Persis Solo menyebut dua perempuan mendapat perawatan ringan akibat flare yang menyala di tribun Stadion Manahan saat laga kandang terakhir musim ini.
  • Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, mengatakan pihak keamanan sebenarnya telah mengamankan puluhan flare dan belasan suporter sebelum pertandingan dimulai. Namun, masih ada flare yang lolos pemeriksaan.
  • Ginda menilai penyalaan flare merupakan bentuk ekspresi suporter di laga kandang terakhir Persis Solo

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Manajemen Persis Solo menyebut ada dua perempuan yang mendapatkan perawatan akibat flare menyala di tribun Stadion Manahan dalam laga kandang terakhir musim ini pada Sabtu (16/5/2026) malam lalu.

Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, membenarkan hal tersebut.

Dia mengaku menyayangkan soal flare ini.

Namun, Ginda menyebut flare ini juga bagian dari ekspresi suporter untuk laga kandang terakhir.

“Terkait flare sebenarnya banyak juga yang sudah kita amankan, tapi tetap ada yang lolos. Kita hanya memastikan tidak ada insiden berarti. Di medis ada dua perempuan yang mendapatkan perawatan ringan,” jelas Ginda, Senin (18/5/2026).

Seperti diketahui, larangan membawa maupun menyalakan flare sebenarnya sudah ada dalam aturan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yang merujuk pada FIFA Stadium Safety and Security Regulation Pasal 52 serta Kode Disiplin PSSI.

“Suporter dilarang keras membawa dan menyalakan flare, kembang api, dan bom asap di dalam stadion,” tulis keterangan dalam aturan tersebut.

Meski dalam aturan sudah jelas tercantum adanya sanksi jika masih nekat menyalakan flare di dalam stadion, sampai saat ini Komite Disiplin (Komdis) belum menyurati manajemen Persis Solo.

BERSALAMAN - Pesepak bola Persis Solo, Luka Dumancic (kanan) bersalaman dengan rekannya Bruno Gomes (tengah) setelah pertandingan melawan Dewa United lanjutan Super League pekan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026) malam. Persis Solo meraih kemenangan krusial atas Dewa United untuk keluar dari zona degradasi musim 2025/2026 berkat gol Luka Dumancic (75). TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina
BERSALAMAN - Pesepak bola Persis Solo, Luka Dumancic (kanan) bersalaman dengan rekannya Bruno Gomes (tengah) setelah pertandingan melawan Dewa United lanjutan Super League pekan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026) malam. Persis Solo meraih kemenangan krusial atas Dewa United untuk keluar dari zona degradasi musim 2025/2026 berkat gol Luka Dumancic (75). TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina (Tribunnews/Muhammad Nursina)

Ginda menyebut belum ada kabar soal apakah aksi ini berdampak sanksi atau tidak.

“Belum ada info,” jawab Ginda melalui pesan singkat.

Setidaknya ada sanksi denda yang mengintai Persis Solo atas insiden penyalaan flare di laga melawan Dewa United tersebut.

Sanksi denda yang mengintai Persis Solo tersebut tergantung berapa flare yang ditemukan Komdis PSSI saat kejadian itu berlangsung.

Ginda sendiri menerangkan bahwa sebelum laga dimulai pada Sabtu malam lalu sebenarnya sudah ada puluhan flare yang diamankan oleh petugas keamanan.

Selain itu, petugas kepolisian juga sempat mengamankan belasan suporter yang kini telah dipulangkan.

Bukan karena Kecolongan

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved