Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Bocah SD di Klaten Rakit Automatic Ozone Machine, Bisa Mengurangi Dampak Penularan Covid-19

Dua pelajar kelas 5 di SDN 2 Butuhan, Desa Butuhan, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten berhasil merakit Automatic Ozone Machine.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Muhammad Eko Pujiyanto (11) dan Adiyatma Faturohman (11), pelajar kelas 5 SDN 2 Butuhan, menunjukan hasil rakitan Automatic Ozone Machinenya, di SDN 2 Butuhan, Desa Butuhan Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Kamis (21/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dua pelajar kelas 5 di SDN 2 Butuhan, Desa Butuhan, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten berhasil merakit Automatic Ozone Machine.

Mereka membutuhkan waktu 1 bulan untuk merakit benda tersebut.

Kedua pelajar tersebut, diketahui bernama Muhammad Eko Pujiyanto (11) dan Adiyatma Faturohman (11), warga Desa Transan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Baca juga: Viral Penjual Nasi Goreng Masak Pakai Robot, Dikira Trik Marketing Ternyata Ada Alasan Sedih

Baca juga: Beredar Video Wanita Serobot Antrean Vaksin Lalu Suntik Sendiri, Terungkap Kronologi Sebenarnya

Ditemani Adiyatma Faturohman, Muhamad Eko Pujiyanto mengatakan ia dan rekannya merakit mesin tersebut agar ia dan teman-temannya dapat sekolah dengan aman dari Covid-19.

"Kami membuat benda ini untuk mengurangi dampak penularan, kami membuat alat tersebut agar bisa digunakan di sekolah," kata Eko kepada TribunSolo.com, kamis (21/10/2021).

Eko mengatakan, biaya yang digunakan membuat mesin tersebut sekitar Rp 750 ribu.

Baca juga: PSG Lempar Handuk, Kylian Mbappe Akan Dilego, Real Madrid Segera Menyerobot Antrean

"Komponen yang diperlukan ada ozon generator, blower dan timer, untuk komponen yang membeli dari Autobot, kami hanya merakit," ujar Eko.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Butuhan, Suwarto mengaku bangga ada dua anak didiknya yang mampu merakit Automatic Ozone Machine.

"Kedua siswa kami telah mengangkat nama baik sekolah, nantinya kami akan memberi hadiah," kata Suwarto.

Suwarto mengatakan, pihaknya telah memesan 7 mesin buatan anak didiknya itu.   

Nantinya 7 benda tersebut akan dipasang  di 6 ruang kelas dan 1 ruang guru.

"Rencanannya nanti kita pasangkan setiap kelas dan ruang guru, kami akan anggarkan di RKAS dulu tapi harus konsul Dinas Pendidikan yang mengurusi dana BOS," ujar Suwarto. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved