Liga Inggris
Conte Datang, Son-Kane Jadi Andalan Bak Lukaku - Lautaro, Pemain Sayap Siap-siap Jadi Pecundang
Antonio Conte telah duduk di kursi pelatih Tottenham Hotspur. Itu bukan tidak mungkin mengubah gaya permainan dan keberuntungan sejumlah pemain.
TRIBUNSOLO.COM - Antonio Conte telah duduk di kursi pelatih Tottenham Hotspur.
Itu bukan tidak mungkin mengubah gaya permainan dan keberuntungan sejumlah pemain.
Conte dikenal menyukai formasi 3 - 5 - 2 atau 3 - 4 - 3 sementara Nuno Espirito Santo, manajer sebelumnya lebih suka pakai skema 4 - 2 - 3 - 1.
Skema Nuno membuat serangan Spurs kurang mengingit. Produktivitas gol Harry Kane anjlok.
Kane tercatat baru mencetak sebiji gol di Liga Inggris. Sementara Son Heung-min, partner Kane, telah melesakan 4 gol.
Di era Conte, Harry Kane dan Son Heung-min berpotensi tetap diduetkan dalam pola serangan Spurs.
Baca juga: Dilirik Newcastle, Unai Emery Terbuka dengan Tawaran, Tapi Belum Ada Yang Disodorkan
Baca juga: Diperkenalkan Tottenham, Ini Kata Pertama Conte, Sebut Alasan Tolak Melatih Pasca Pisah dari Inter
Mereka bisa membuat duet mematikan seperti duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez musim lalu, sebelum Lukaku pindah ke Chelsea.
Dilansir dari Marca, duet tersebut mampu mencetak 40 gol Serie A.
Duet itu pulalah yang membantu Inter Milan mengakhiri dominasi Juventus.
Nah di Spurs, Son akan menjadi Lautaro dan Kane selayaknya Lukaku.
Kane akan naik turun menjemput bola dan itu menghapus jarak lini tengah dengan penyerang.
Ditambah, Kane juga tidak akan terlalu terkungkung di depan.
Skema Conte tentu akan membuat sejumlah pemain menjadi pecundang diantaranya Steven Bergwijn, Lucas Moura, dan Bryan Gill.
Mereka akan lebih banyak menghangatkan bangku cadangan karena Conte lebih srek memakai bek sayap ketimbang pemain sayap. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/harry-kane-son.jpg)