Breaking News:

Kronologi Sirkuit Mandalika Batal Gelar Balap ATC 2021, Penonton yang Menunggu dari Pagi Gigit Jari

Balap seri ketiga Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021, di Sirkuit Pertamina Mandalika batal digelar sesuai jadwal.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Warga membubarkan diri dengan penuh rasa kecewa setelah penyelenggara membatalkan balap Idemitsu Asia Talent Cup 2021 seri tiga, di Sirkuit Pertamina Mandalika, Minggu (14/11/2021). 

TRIBUNSOLO.COM -  Balap seri ketiga Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021, di Sirkuit Pertamina Mandalika batal digelar sesuai jadwal.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap batalnya gelaran balapan ini.

Baca juga: Nasib Panitia Lokal WSBK Mandalika yang Terekam Utak-atik Motor Balap Ducati, Langsung Dipecat

Pada hari itu Gubernur NTB Zulkieflimansyah datang menyaksikan seri balap Asia Talent Cup bersama warga.

Tapi menjelang detik-detik pelaksanaan, balapan tersebut akhirnya batal digelar sesuai jadwal.

Ribuan warga yang sudah menunggu sejak pagi pun kecewa.

Melalui akun media sosialnya, Gubernur Zul menjelaskan, masalah teknis di tingkat penyelenggara balapan membuat balap terpaksa ditunda.

Berikut pernyataan lengkap Gubernur NTB Zulkieflimansyah di akun media sosialnya.

Kemarin-marin kita senang banget karena presiden sudah meresmikan Sirkuit Mandalika kita yang luar biasa.

Bahkan banyak dari kita yang terharu kemarin menyaksikan pembalap-pembalap junior MotoGP telah menjajal Sirkuit Mandalika kita di ajang Asia Talent Cup (ATC).

ATC memang di selenggarakan tanggal 12 sampai 14 November ini.

Hari ini banyak yang antusias ingin menyaksikan Race ATC tetapi enggak jadi karena Marshal kita belum dirasakan siap menurut standar safety dari Dorna.

Ada yang terlambat menjawab panggilan, ada terlambat angkat bendera, dan lain-lain.

Walau kecewa karena enggak jadi lihat race-nya perlu juga dilihat sisi positif atau ambil hikmahnya, sehingga ketika penyelenggaraan WSBK minggu depan dan penyelenggaraan MotoGP kita sudah benar-benar siap.

Menjadi Marshal balapan kelihatan sepele dan sederhana tapi kalau salah bisa fatal akibatnya. masih ada waktu seminggu lagi utk memperbaiki yg kurang2.

Setiap langkah awal pasti ada kesalahan2. Karena Kadang dgn kesalahan2 lah kita di paksa belajar, dan berubah.

Baca juga: Prediksi Persis Solo vs PSIM Jogja : 2 Kapten Absen, Bek Anti Meleng, Rivaldi & Irhaz Bisa Osak-Asik

Menjadwalkan ulang minggu depan

Karena tidak ingin mengambil risiko, penyelenggara menjadwalkan ulang seri balap tersebut minggu depan.

Dorna, selaku penyelenggara, kata Zulkieflimansyah menganggap Marshal belum siap berdasarkan standar mereka.

Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang belum sesuai standar.

Misalnya terdapat Narshal yang tidak tidak menjawab paggilan dan ada juga marshal yang terlambat mengangkat bendera.

Serta alasan teknis lainnya.

Gubernur Zul juga menjelaskan, meski warga kecewa seri balapan ditunda, dia mengajak masyarakat tetap mengambil hikmah dari insiden tersebut.

Menurutnya, kejadian hari ini bisa menjadi pelajaran, sekaligus untuk memastikan penyelenggaraan World Superbike (WSBK) hingga MotoGP ke depan sudah lebih siap.

Baca juga: Akhirnya Temui Orangtua Bibi Andriansyah, Ini Ucapan Pihak Keluarga Tubagus Joddy pada Ayah Almarhum

Klarisifikasi Pihak Penyelennggara

Ketua Pelaksana Panitia Daerah WSBK dan MotoGP Pemprov NTB Ahmad Nur Aulia menjelaskan, masyarakat memang sangat antusias menonton balap ATC.

Tapi masyarakat harus memaklumi, sebuah balapan dilaksanakan dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan.

"Informasi yang kami dapatkan dari penyelenggara, race dibatalkan karena pertimbangan keamanan dan keselamatan para pembalap," katanya.

Secara teknis pihaknya tidak punya wewenang untuk menjawab.

Dia bisa memaklumi kekecewaan warga dengan batalnya balapan tersebut.

Di sisi lain dia bersyukur warga tidak melupakan kekecewaan dengan merusak fasilitas yang ada.

Warga pulang dengan tertib dan tidak meninggalkan sampah.

"Kekecewaan pasti ada tapi kita juga harus terbiasa setiap race, saat dibatalkan penyelenggara kita harus bisa menerima," katanya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved