Kakek 74 Tahun di Medan Dianiaya Sekuriti Komplek, Kepala Sampai Dijahit

Seorang kakek bernama M Syafril Apin (74) diduga dianiaya oleh sekuriti. Kejadian dimulai dari pertengkaran istrinya dengan sekuriti tersebut.

Editor: Eka Fitriani
TRIBUNPEKANBARU.COM
Ilustrasi penganiayaan. 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang kakek bernama M Syafril Apin (74) diduga dianiaya oleh sekuriti.

Kejadian dimulai dari pertengkaran istrinya dengan sekuriti tersebut.

Hingga merembet dirinya yang menjadi korban cek cok.

Kasus penganiayaan tersebut terjadi di Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara. Kini diproses di Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Usai dimintai keterangan oleh polisi, Apin menceritakan kronologis penganiayaan pada pada Senin (8/11/2021) silam.

"Di tanya tadi kronologisnya, di tanya keadaan saya. Lalu ditanya gimana kejadiannya, saya ceritakanlah, saya lagi di kamar dengar suara istri kok teriak-teriak saya bilang anak saya Sandi, tengok itu mamak kenapa," katanya.

Baca juga: Adik Kakak Dicabuli Kakek, Paman, Kakak Hingga Tetangga, Ibu Korban yang Tahu Malah Tak Peduli

Baca juga: Ngebet Pengen Gabung Klub Motor, Pria Ini Nekat Curi Motor Trail, Kini Terancam 7 Tahun Penjara

"Saya keluar saya lihat satpam sudah bertengkar sama ibu, kok dia pegang besi," tambahnya.

Lalu, ia mengatakan pada saat itu, ia mencoba mendatangi sekuriti itu dan mencoba mendamaikan suasana.

"Saya datangilah dia (sekuriti). Saya tanya, maksud saya mau nanyain persoalannya saya pegang di tolaknya saya, saya rangkul dia, jatuh kami berdua. Setelah bangun, mau saya rangkul ditolaknya saya jatuh lagi," ujarnya.

Kemudian, saat itu ia mencoba memanggil anaknya yang bernama Sandi. Dan meminta agar pertikaian tersebut dihentikan.

Namun, sekuriti tersebut makin emosi, lalu mendorongnya hingga terjatuh, dan kepalanya terbentur dengan batu.

"Saya jatuh, mau bangun sudah pening kepala saya. Saya panggil anak saya, saya bilang setop nggak juga," tuturnya.

Saat kejadian, sekuriti sempat melakukan pengancaman terhadap dirinya dan keluarga.

"Dia (sekuriti) ngancam-ngancam, saya sudah sering masuk penjara katanya gitu, awas kalian hancur nanti," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan usai kejadian, sekuriti tersebut mendatangi rumahnya lagi, untuk mencari anaknya.

Baca juga: Cerita PSK Terpaksa Kerja demi Anak, Ingin Berhenti Sampi dapat Pelanggan Tetangga Sendiri

Baca juga: Puluhan Warga Terdampak Tol Solo - Jogja di Klaten Kirim Gugatan ke PN Klaten, Ada Apa?

"Setelah kejadian datang dia (sekuriti) sama abang iparnya nyariin anak saya. Tapi nggak lama pulang dia," tuturnya.

Apin mengaku, selama ini ia tidak pernah ribut dengan sekuriti itu dan bahkan ia tidak kenal dengan sekuriti tersebut.

"Selama ini nggak ada masalah sama dia, kenal aja tidak, nggak tau saya dia satpam. Saya kenalnya sama pak iman yang punya rumah sebelah," katanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved