Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Puluhan Warga Terdampak Tol Solo - Jogja di Klaten Kirim Gugatan ke PN Klaten, Ada Apa?

Ada 30 berkas gugatan terkait keberatan dengan hasil musyawarah ganti rugi tol Solo-Jogja di Kabupaten Klaten. 

TribunSolo.com/Tri Widodo
Ilustrasi Permukiman warga terdampak Tol Solo-Jogja. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada 30 berkas gugatan terkait keberatan dengan hasil musyawarah ganti rugi tol Solo-Jogja di Kabupaten Klaten

Gugatan tersebut sudah diterima oleh Pengadilan Negeri Klaten.

Humas Pengadilan Negeri Klaten Rudi Ananta Wijaya mengatakan kepala PN Klaten telah menyiapkan beberapa tim majelis hakim dalam menangani kasus ini.

Baca juga: Cerita Mulyono Dapat Rp3,7 M dari Tol Solo-Jogja: Tak Tertarik Tawaran Sales Mobil, Pilih Beli Sawah

Baca juga: Ada Tol Solo-Jogja,Harga Tanah di Klaten Melonjak 2 Kali Lipat,Paling Murah Tembus Rp 1,2 Per Meter

"Kami sudah menunjuk majelis-majelis yang dibagi masing-masing tim majelis," kata Rudi, kepada TribunSolo.com, Kamis (18/11/2021).

Rudi mengatakan, nantinya sidang 29 perkara akan dibagi masing-masing 3 tim.

Satu tim majelis nanti akan terdiri dari pimpinan sidang dan anggota sidang.

"Satu perkara sudah berjalan karena telah mendaftarkan gugatan lebih awal," ucap Rudi.

Baca juga: Daftar 4 Lokasi Gerbang Exit Tol Solo-Jogja : Siap-siap Warga Sekitar, Harga Tanah Bakal Meroket !

Rudi mengatakan, pihak yang mengajukan ke PN Klaten berasal dari Desa Manjungan dan Desa Pepe, Kecamatan Ngawen.

Dia menjelaskan pihak yang paling banyak menggugat berasal dari Desa Manjungan.

"Satu perkara seminggu yang lalu, 27 perkara didaftarkan 15 November 2021, serta 2 perkara dari Desa Pepe didaftarkan 17 November 2021," ucap Rudi.

Dia mengatakan gugatan tersebut akan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam seminggu.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Perma nomor 2 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung nomor 3 tahun 2016 tentang Tata cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

"Harapannya kami bisa menyelesaikan gugatan ini, dalam 30 hari," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved