Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Curhat Pekerja soal UMK Solo 2022 : Di Jatim Sudah Hampir Rp 5 Juta, Kita Tak Sampai Setengahnya

SPSI Kota Solo menolak kenaikan UMP 2020 hanya 1,09 persen, karena paling realistis naiknya 10 persen.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi uang. BLT Gaji tak berlanjut 2021, ini bantuan penggantinya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau SPSI Kota Solo menuntut kenaikan UMK Solo 2022 harus lebih tinggi dari UMP Provinsi Jateng yang hanya 1,09 persen. 

Sebagaimana diketahui, rata-rata kenaikan UMP 2022 secara nasional hanya 1,09 persen, yang tertera pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Baca juga: UMK Klaten 2022 : Buruh Kencangkan Ikat Pinggang, Minta Naik Rp 45 Ribu, Dapatnya Hanya Rp 4.000

Ketua SPSI Solo Wahyu Rahadi menerangkan, tuntutan itu sesuai dengan kebutuhan perekonomian yang dirasakan buruh saat ini.

"Mungkin di angka sekarang ini yang paling realistis naik 10 persen, jadi UMK Solo bisa naik menjadi Rp 2,2 juta," terang dia kepada TribunSolo.com, Jumat (19/11/2021).

"Angka itu menurut saya paling realistis," ujarnya menekankan.

Wahyu mengatakan, angka kenaikan UMK tersebut dianggap realistis dibandingkan dengan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat yang jauh lebih tinggi.

"Jawa Timur hampir Rp 5 juta, di Jawa Barat hampir Rp 4 juta, di Jawa Tengah tidak sampai setengahnya," ujarnya.

Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2021 sebesar Rp 2.013.810 atau naik sebesar 2,94 persen dari tahun 2020.

Terkait upaya yang dilakukan untuk mendukung kenaik ini, SPSI Kota Solo telah melakukan pengusulan ke Dewan Pengupahan Kota Solo.

Baca juga: FX Rudy Usul UMK Ada Perubahan, Minta Ganjar Pranowo Beri BST Bagi Buruh Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved