Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Ratusan Keluarga di Desa Pilang Sragen Terancam Banjir, Tanggul Sungai Bengawan Solo Ambrol 

Sebanyak 120 keluarga di Dukuh Wirorejan, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen terancam banjir, setelah tanggul di Sungai Bengawan Solo ambrol.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Tanggul sungai Bengawan Solo, di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen yang ambrol, pada Kamis (18/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sebanyak 120 keluarga di Dukuh Wirorejan, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen terancam banjir, setelah tanggul di Sungai Bengawan Solo ambrol beberapa waktu lalu.

Mengingat saat ini baru datang musim penghujan, potensi terjadinya banjir cukup besar, terutama di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo

Warga Desa Pilang, Kurniawan (31) mengaku ia dan keluarganya tidak ada persiapan khusus menghadapi potensi bencana banjir.

Baca juga: Sindiran Menohok Anggota DPRD Solo ke Gibran : Wali Kota kok Tak Punya Ide Atasi Banjir

Baca juga: Gibran Akui Tak Punya Solusi Atasi Banjir Kampung Todipan : Ya Gimana Curah Hujan Tinggi Banget

"Persiapan khusus tidak ada, belum ada persiapan mengungsi," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (22/11/2021). 

Kurniawan mengatakan ia pernah mengalami bencana banjir sebanyak dua kali. 

Yakni, sekitar tahun 2008, yang mana air bah datang berurutan sebanyak dua kali. 

Saat itu, kondisi air bah yang datang, mengalir dengan cukup deras.

Baca juga: Kesaksian Warga : Banjir Todipan Purwosari Solo Terparah, Biasanya Cepat Surut, Tapi Kali Ini Tidak

"Arus sungai disini kencang memang, banjir yang kemari  ketinggiannya sampai pinggang, arusnya kencang," ujarnya. 

Meski begitu, ia yakin kondisi tetap aman dari datangnya bencana banjir. 

Terpisah, Ketua RT setempat, Latif mengatakan memang belum ada persiapan khusus.

Baca juga: Kesaksian Warga : Banjir Todipan Purwosari Solo Terparah, Biasanya Cepat Surut, Tapi Kali Ini Tidak

"Persiapan tidak ada, tidak ada mitigasi bencana," katanya. 

Hal itu didasarkan pada peristiwa sebelumnya, yang mana tanggul Sungai Bengawan Solo pernah jebol sebanyak dua kali. 

"Selama dua kali itu, tidak terjadi apa-apa, banjirnya tidak sampai meluap, jadi saya rasa masih aman," pungkasnya. (*) 
 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved