Breaking News:

Viral

Viral Komplotan Copet di WSBK Mandalika, Masih 1 Keluarga, Berencana Undang Rekan Copet Luar Negeri

Bahkan mereka berencana mengundang teman-teman seprofesi yakni copet dari luar negeri untuk beraksi pada tahun 2022 mendatang.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Humas Polda NTB
Komplotan pencuri asal Jakarta saat jumpa pers di Polda NTB, para pelaku melakukan aksinya saat perhelatan Word Superbike di Sirkuit Mandalika 

TRIBUNSOLO.COM -- Gelaran WSBK di Mandalika tercoreng dengan aksi komplotan copet.

Diberitakan, komplotan pencopet asal Jakarta tertangkap tangan saat beraksi di perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok NTB, pada Minggu (21/11/2021).

Terungkap rupanya komplotan pencopet itu masih satu keluarga.

Bahkan mereka berencana mengundang teman-teman 'seprofesi' yakni copet dari luar negeri untuk beraksi di sirkuit yang sama pada tahun 2022 mendatang.

Baca juga: Marak Aksi Copet di Kawasan Pasar Kliwon Solo, Polisi Tingkatkan Pengawasan di Pasar

Baca juga: Potret Regina Alya Pemeran Amy Si Copet Cantik di Preman Pensiun 5, Aslinya Lebih Mempesona

Mereka merencanakan bakal beraksi di Sirkuit Mandalika pada tahun 2022 nanti.

Apalagi di sirkuit tersebut bakal menggelar kejuaraan balap motor dunia, MotoGP.

"Mereka rencananya akan mengundang 'pemain-pemain copet' dari Malaysia, Turki, Thailand, Singapura, dan Filipina, saat MotoGP 2022 nanti," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata dalam keterangan pers, Selasa (23/11/2021), dikutip dari Kompas.tv.

Adapun penangkapan komplotan pencopet tersebut merupakan hasil pengungkapan polisi tak berseragam yang menyusup ke tribun penonton dan menemukan aksi pencurian tersebut saat WSBK berlangsung.

Dari komplotan yang berjumlah delapan orang tersebut, terdapat satu keluarga terdiri dari ayah berinisial DC, ibu LO, anak DA , dan satu orang merupakan tetangganya AW yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hari Brata menambahkan, komplotan pencuri tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.

"Keempat pelaku mempunyai tugas yang berbeda, anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku mengoper barang dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang," ungkapnya.

Modus operasi yang dilakukan pelaku yaitu mengambil barang berharga dari tas wanita yang terbuka dan lengah, dengan sistem kerja sama ada yang mengambil, mengoper, memepet dan ada yang membongkar barang bukti.

Diketahui, komplotan pencopet ini datang dari Jakarta pada Jumat (19/11/2021). 

Sebelum melakukan aksinya, mereka menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk dan menyewa kendaraan untuk menuju lokasi. (*)

Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved