Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Cerita Suwarsih, Guru Honorer di Klaten: Pernah Jadi Makelar Motor untuk Tutup Kebutuhan Hidup

Perjuangan seorang Guru Tidak Tetap (GTT) atau Guru honorer selama belasan tahun hingga mampu menyekolahkan 4 anaknya sampai lulus kuliah.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Sosok Suwarsih, Guru Honorer di SDN 3 Jimbung, Klaten, Jum'at (26/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Semangat yang tulus untuk menjadi seorang pengajar atau Guru ditunjukan Sarwasih (57).

Dari perjuangannya tersebut, dia bisa menyekolahkan 4 anaknya sampai lulus kuliah.

Diakui Sarwasih, tidak mudah menjadi seorang Guru Tidak Tetap (GTT) atau Guru honorer.

Baca juga: Peringati Hari Guru, SGM Eksplor dan Alfamart Bangun Dua Gedung PAUD hingga Beri Bantuan untuk Guru

Baca juga: 30 Ide Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November, Berisi Doa dan Ungkapan Terima Kasih

Penghasilan yang dia dapat tidak banyak, dia juga harus mencari penghasilan lain untuk menutup kebutuhan seperti menjual sembako hingga jadi makelar motor.

Sarwasih (57), guru honorer di SDN 3 Jimbung mengaku sudah menjadi guru honorer sejak 2004.

"Saya awalnya di dinas pendidikan cabang Ngawen sudah 9 tahun, lalu saya keluar dan mendaftar guru honorer 17 tahun yang lalu hingga sekarang," ucap Sarwasih kepada TribunSolo.com, Jum'at (26/11/2021).

Baca juga: Kumpulan Ide 10 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2021, Berisi Curhat Para Murid

Sawarsih mengatakan banyak suka duka menjadi guru honorer.

Ia mengaku dirinya menghadapi siswa-siswi  harus ceria, meski gaji saat itu masih rendah.

"Saya senang mendidik anak-anak, saya ingin mercedaskan anak bangsa," kata Suwarsih.

Baca juga: Kumpulan Ide 10 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2021, Berisi Curhat Para Murid

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved