Breaking News:

Virus Corona

Apa Itu Omicron? Varian Baru Virus Covid-19 yang Kini Mengancam Dunia, 500 Persen Lebih Menular

Dari data epidemiolog, Omicron bisa meningkatkan tingkat positivity rate dalam kurun waktu 3 minggu.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
AFP/JOE KLAMAR
Seorang wanita berbelanja di pasar Naschmarkt yang akan segera ditutup di Wina, Austria di Wina, Austria pada 19 November 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP) - Varian baru Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron terdeteksi di Afrika Selatan, WHO imbau Negara tidak panik dan terapkan prokes terutama saat perjalanan. 

TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah negara di dunia kini mulai mewaspadai adanya varian baru dari virus Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron.

Omicron, varian Covid-19 yang berasal dari Afrika saat ini tengah menjadi perhatian.

WHO sebelumnya telah mengumumkan Omicron menjadi variant of concern (VOC).

Berdasarkan penelitian WHO,  varian baru ini lebih mengkhawatirkan dan tingkat penularan drastis.

Hal itu pun disepakati Epidemiolog Indonesia dari Griffith University, Dicky Budiman.

Ia menyebut omicron menjadi varian baru yang langsung ditetapkan jadi variant of concern.

Baca juga: Jumlah Siswa SD Positif Covid-19 di Solo Makin Bertambah, Gibran Sebut akan Tanggung Jawab

Baca juga: Dinkes Sragen Tak Bisa Pastikan Jadwal Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun: Tunggu Pusat

Padahal, biasanya setiap varian baru akan melalui tahap variant under investigation ataupun interest.

Berarti bisa dikatakan varian baru ini sudah memenuhi 3 kriteria yang dikhawatirkan.

"Ini kalau bicara variant of concern, berarti ada antara 3 kriteria terpenuhi, bahwa kemungkinan kecepetannya, keparahannya, termasuk dia bisa merubah atau bisa menurunkan efikasi ataupun treatment vaksinasi. Ini artinya tanda yang sangat serius," kata Dicky, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (28/11/2021).

Dari data epidemiolog, kata Dicky, Omicron bisa meningkatkan tingkat positivity rate dalam kurun waktu 3 minggu.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved