Liga Inggris

Pengakuan Bruno Usai Laga Manchester United vs Crystal Palace : Rangnick Minta Press Gila-gilaan

Dikutip dari tweet jurnalis BBC, Shamoon Hafez, Bruno mengakui bila permainan Manchester United berubah total di bawah kepelatihan Ralf Rangnick.

Penulis: Tribun Network | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com / AFP
Bruno Fernandes berselebrasi setelah membobol gawang Leeds United saat Laga Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Leeds United di Old Trafford, 14 Agustus 2021. (Adrian Dennis /AFP) 

TRIBUNSOLO.COM, INGGRIS - Vice Captain Manchester United, Bruno Fernandes, blak-blakan setelah timnya menang lawan Crystal Palace di Liga Inggris, Minggu (5/12/2021).

Dikutip dari tweet jurnalis BBC, Shamoon Hafez, Bruno mengakui bila permainan Manchester United berubah total di bawah kepelatihan Ralf Rangnick.

Baca juga: Manchester United Jinakkan Crystal Palace 1-0, Gegenpressing Bikin Fans Senang, Tapi Minim Gol

Bruno mengatakan, Ralf memang meminta pemain untuk gila-gilaan dalam menekan lawan.

"Saya pikir akan tergantung pada lawan kita, kadang anda harus press tinggi, kadang kendurkan tekanan,"

"Tapi semua orang tahu kalau manajer baru ingin kita semua lebih menekan lawan,"

"25 menit pertama sungguh gila, tempo yang tinggi. Kami harusnya bisa mencetak banyak gol di babak pertama," kata Bruno.  

Di laga tersebut, Bruno tak lupa memuji  pahlawan gol tunggal Manchester United, Fred.

"Dia sangat jarang melakukan shooting ke gawang lawan. Dia bekerja keras di latihan. Dia layak mendapatkan pujian," ujarnya.

Gegenpressing

Manchester United sukses menang di laga pertama mereka di bawah asuhan Ralf Rangnick, saat mengalahkan Crystal Palace 1-0 di Liga Inggris, Minggu (5/12/2021).

Gol tunggal Manchester United dicetak oleh Fred, pemain lini tengah Manchester United yang kerap dibully banyak fans mereka sendiri di era Ole Gunnar Solskjaer.

Baca juga: Penjelasan Ralf Rangnick, Mengapa Tak Bawa Lingard dan Martial di Laga Man United vs Palace

Di laga melawan Crystal Palace, di luar dugaan Manchester United tampil dengan gaya menekan lawan, alias gegenpressing khas sepakbola Jerman.

Di babak pertama, Crusyal Palace sangat jarang membawa bola di daerah pertahanan Manchester United.

David de Gea tak pernah membuat penyelamatan gemilang seperti biasanya.

Meski demikian, Manchester United  yang punya banyak peluang, tetap tak bisa mengonversikannya menjadi gol.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved