Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Soal Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru, Pedagang Tawangmangu: Jangan Ditutup, Kami Siap Prokes

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Indonesia, bakal diterapkan PPKM Level 3, termasuk di Kabupaten Karanganyar.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi Cemoro Kandang, Tawangmangu yang diguyur hujan tadi pagi, Minggu (5/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Indonesia, bakal diterapkan PPKM Level 3, termasuk di Kabupaten Karanganyar.

Pengelola kuliner di Cemoro Kandang, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar siap menerapkan aturan sesuai kebijakan PPKM Level 3 selama libur Nataru.

Salah satu pemilik warung di Cemoro Kandang, Restu Pamela (45) mengaku siap menjalankan protokol kesehatan dalam PPKM level 3.

Baca juga: Kondisi Lalu Lintas Tawangmangu Karanganyar Pagi Ini: Masih Sepi, Jalanan Tampak Lengang

Baca juga: Kini Tak Ada Ruang untuk Knalpot Brong di Tawangmangu, Polisi Jaga Ketat 

"Kami tetap buka, akan patuhi prokes sesuai aturan pemerintah," kata Restu kepada TribunSolo.com, Minggu (5/12/2021).

Restu mengatakan, warungnya tetap buka dan melayani pembeli saat libur Nataru nanti.

Sebab, usaha kuliner yang digelutinya menjadi penyambung hidup keluarga.

"Nantinya, untuk makanan serba kering akan dibungkus, " ujar Restu.

Baca juga: Imbas Cewek Raja Jalanan, Pemotor Berknalpot Brong di Tawangmangu Diobrak-abrik, 38 Motor Ditilang

"Kalau misal warung kami tutup, kami tak bisa makan, karena warung ini merupakan penghasilan kami sehari-hari," imbuh Restu.

Dia mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, penghasilan saat hari biasa rata-rata Rp 700 ribu.

Sementara untuk hari minggu, penghasilan kotor yang ia terima bisa mencapai Rp 2 juta.

"Saat pandemi, penghasilan kami merosot, penghasilan harian hanya sekitar Rp 200 ribu, penghasilan di hari minggu merosot banyak, kurang dari Rp 1 Juta," ucap Restu.

Baca juga: Hujan 30 Menit, Longsor Timpa Dapur Karto & Pondasi Rumah Sutaryo di Tawangmangu,Tak Ada Korban Jiwa

Kemudian ia berharap bisa berjualan dengan normal lagi.

Dia meminta kepada pemerintah untuk mencabut peraturan terkait PPKM.

"Sebenarnya kami keberatan dengan kebijakan ini, Pemerintah sudah menyuruh kita untuk vaksin, kenapa kok masih ada PPKM 3, apa gunanya Vaksin," tanya dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved