Berita Solo Terbaru

Beda dengan Moeldoko, Gibran Sebut Rock in Solo Tetap Digelar dengan Penonton

Acara Rock in Solo 2021 tetap digelar pada Sabtu (18/12/2021) mendatang. 

TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Acara Rock in Solo 2021 tetap digelar pada Sabtu (18/12/2021) mendatang. 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendukung penuh penyelenggaraan acara tersebut. 

Meski pemerintah tengah menyusun larangan acara hiburan dan olahraga tanpa penonton, namun acara Rock in Solo tetap digelar dilihat langsung oleh penonton.

Baca juga: Rock in Solo Digelar Desember 2021 Nanti: Tiket Rp 50 Ribu, Termasuk Tes Antigen 

Baca juga: Alasan Gibran Tak Tonton Langsung Laga Persis Solo di Stadion Pakansari: Banyak Kerjaan Akhir Tahun

"Rock in Solo tetap jalan," katanya, Rabu (8/12/2021).

"Nanti penonton kita antigen, dan sudah dapat izin dari satgas," ujarnya. 

Hal tersebut berbeda dengan pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat berkunjung ke Solo, Selasa (7/12/2021).

PPKM Level 3 Nataru memang dibatalkan oleh pemerintah. 

Ada sejumlah pertimbangan yang diambil pemerintah sehingga membatalkan PPKM Level 3 saat nataru. 

"Pertumbuhan Covid-19 di Indonesia rendah baget, rata-rata 0,97 persen. Mortality ratenya juga rendah," kata Moeldoko saat berkunjung ke Kampus UNS Solo, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 saat Libur Nataru di Solo, Gibran Sebut Masuk Solo Pakai Surat Keluar Masuk

"Ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan, seperti ekonomi juga harus bergerak," tambahnya. 

Meski dibatalkan, namun sejumlah pembatasan masih akan dilakukan oleh pemerintah saat nataru. 

Moeldoko menjelaskan, masyarakat yang bepergian masih harus melakukan uji Covid-19 dengan PCR atau antigen. 

Kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dalam satu tempat, dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat.

"Kegiatan hiburan dan olahraga diselenggarakan tanpa penonton," ujarnya.

Baca juga: Gibran Temukan Dinding Pasar Legi Ada yang Gempil, Minta Perbaiki Sebelum Peresmian Januari 2022

"Menurut saya, Pak Presiden memberikan kelonggaran, tapi di sisi lain masih ada penekanan penegakan prokes," kata dia.

Kendati demikian, pelaksanaan natal dan kegiatan masyarakat lainnya tetap harus diawasi ketat oleh Satgas Covid-19 di daerah masing-masing. 

"Jika Covidnya sudah bagus (turun) bisa dilonggarkan, jika Covidnya naik lagi kegiatan ekonomi diturunkan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved