Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Istri Dianiaya Suami ODGJ di Pandeglang, Kerap Dapat Bisikan Bunuh Keluarga Hingga Dilerai Anak

Istri dianiaya suami ODGJ di Pandeglang, kerap dapat bisikan bunuh keluarga

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
Sodahead
Ilustrasi. 

Hal itu dilakukan untuk menahannya agar tidak mencelakai anggota keluarganya.

Tidak jarang dia juga sering dicekik dan meminta bantuan tetangga jika tidak tertahan.

"Bapak itu berhalusinasi seakan suka ada yang bisikin suruh bunuh keluarga. Kalau ke tetangga mah enggak pernah," ucap pria berusia 32 tahun ini.

Baca juga: Viral Video Penganiayaan Siswa SD di Malang, Begini Nasib Suami Istri yang Jadi Otak Kejahatan

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Ibu Muda Klaten Ternyata Incar Satu Keluarga Korban, Taruh Racun di Susu Anak 

Menurut Masri, ayahnya tenang paling lama sekitar setengah tahun.

"Tidak menentu kalau kumat. Pernah dulu ingin mencelakakan ibu, tapi bapak sadar dan menjatuhkan diri dari jembatan untuk menahan halusinasinya," katanya.

Masri mengaku sabar dan tabah merawat ayahnya yang terkadang kumat.

Rasiman mulai mengalami gangguan jiwa setelah bekerja di Bangka.

Di sana, Rasiman dan Masri menebang kayu untuk lahan sawit.

Rasiman saat ini tinggal di gubuk atas kemauannya sendiri.

Masri mengaku tidak melaporkan pembacokan itu kepada polisi karena menganggap ini sebagai musibah.

"Bingung mau lapor polisi juga, keadaan bapak lagi enggak sadar. Kalau sehat mah ya kita laporkan," ucapnya.

Jika sadar, Rasiman meminta Masri untuk menyingkirkan benda tajam di sekitarnya.

Bahkan, Rasiman menangis ketika sadar telah menyakiti istrinya.

"Bapak sadar setelah melukai ibu. Dia minta kalau ibu meninggal, dia juga bakal ikut meninggal," ujar Masri.

Masri akan mengobati bapaknya ke kiai setempat.

Namun, Masri mengaku ibunya menunggu uluran tangan donator untuk biaya pengobatan.

"Sekarang mah kendalanya itu aja buat biaya rumah sakit, soalnya pakai BPJS Kesehatan tidak bisa," katanya.

Sehari-hari Sumiyati berjualan apem dan menjadi tukang urut.

"Ibu kalau ingat kejadian itu ya air matanya netes sambil menahan rasa sakit," ujar Masri.(*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved