Shin Tae-yong Keluhkan Krisis Striker, Pemain Berdarah Belanda Ini Lempar Kode Mau Bela Garuda

Indonesia masih memiliki mutiara muda yang kini berkiprah di Eropa. Namanua Jim Croque, talenta muda keturunan Jogja yang lahir di Belanda.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Rifatun Nadhiroh
AFP/ROSLAN RAHMAN dan INSTAGRAM/croque_trappen
Jim Croque merasa terhormat bila diundang membela Timnas Indonesia. 

TRIBUNSOLO.COM -- Timnas Indonesia meraih gelar runner up di Piala AFF 2020.

Nah, ada evaluasi dari Shin Tae-yong terkait performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Salah satunya adalah krisis striker sebagai ujung tombak permainan.

Namun ada angin segar untuk Timnas Indonesia.

Seorang pemuda berdarah Belanda ini melemparkan kode ingin dinaturalisasi PSSI.

Usianya pun baru 17 tahun, dan menariknya ia berposisi sebagai striker.

Baca juga: Viral Nama Akun Facebook Masa Kecil Pratama Arhan Jadi Sorotan, Netizen : Nama Adalah Doa

Baca juga: Analisa Shin Tae-yong, Inilah Alasan Timnas Thailand Bisa Jadi yang Terkuat se-Asia Tenggara

Sebelumnya, dikutip dari Tribunnews.com, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyebut posisi striker adalah yang paling lemah di Skuat Garuda dalam Piala AFF 2020. 

Para pemain Timnas Indonesia berpose menjelang pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 antara Indonesia vs Thailand di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022) malam WIB. Thailand sukses keluar sebagai juara Piala AFF 2020 setelah pada laga final leg kedua melawan Indonesia berakhir imbang 2-2 dan menang dengan keunggulan agregat 6-2.
Para pemain Timnas Indonesia berpose menjelang pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 antara Indonesia vs Thailand di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022) malam WIB. Thailand sukses keluar sebagai juara Piala AFF 2020 setelah pada laga final leg kedua melawan Indonesia berakhir imbang 2-2 dan menang dengan keunggulan agregat 6-2. (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Hal itu disampaikan Tae-yong usai Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Thailand di pertandingan kedua Final Piala AFF 2020. 

"Di tim kami memang posisi yang paling lemah itu striker," ucap Tae-yong. 

Juru taktik asal Korea Selatan tersebut juga memberikan perhatian khusus terkait maraknya penggunaan striker asing di klub-klub liga lokal di Indonesia.

Minimnya kesempatan bagi pemain asli Indonesia untuk jadi striker di klub-klub liga lokal, disebut Tae-yong menjadi penyebab timnas kekurangan materi penyerang yang berkualitas.

"Di liga indonesia striker-striker pun orang asing yang banyak dipakai. Maka dari itu pemain-pemain indonesia khususnya striker susah sekali berkembang," ucap dia.

Di leg kedua Final Piala AFF, Tae-yong memberikan kesempatan pada tiga striker timnas untuk tampil. Yakni Dedik Setiawan, Hanis Saghara, dan Ezra Wallian. 

Momen paling disorot adalah ketika Tae-yong menggantikan Hanis Saghara, yang baru masuk menggantikan Dedik. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved