Berita Sukoharjo Terbaru

Pelan-pelan Bila Temukan Tanda Putih Ini di Jalan Raya Kartasura, Sudah Banyak Pengendara Celaka

Banyak pengguna jalan khusus roda dua yang jatuh tidak tahu kalau jalan itu rusak atau ada lubang.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Hanang Yuwono
dok. relawan Pawartos via TribunSolo.com
Warga saat memberi tanda jalan berlubang di jalan Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Senin (24/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sejumlah warga Kartasura, Sukoharjo, resah dengan kondisi jalan Ahmad Yani yang berlubang.

Agar tak menimbulkan korban kecelakaan lalulintas, warga yang tergabung dalam relawan Pawartos memberikan tanda adanya lubang jalan, Senin (24/1/2022).

Mereka memberi tanda dengan menggunakan cat warna putih di sekitaran lubang jalan.

Menurut salah satu relawan Pawartos, Denny, aksi itu dilakukan secara spontan.

Baca juga: Sempat Bikin Celaka, Jalan Berlubang di Pintu Masuk Solo Ini Langsung Ditambal, Tak Menunggu Lama

Baca juga: Sempat Viral, Kini Jalan yang Berlubang di Juwiring Akhirnya Diperbaiki, Tapi Warga Curhat Tak Puas

"Beberapa hari yang lalu banyak pengendara roda dua khususnya terjatuh karena aspal yang sudah rusak dan berlubang," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (25/1/2022).

Kondisi jalan berlubang itu sudah terjadi sejak seminggu terakhir dan belum ada perbaikan dari pihak terkait.

Deni menjelaskan, beberapa titik di wilayah Kartasura berada di Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama jalur Solo-Semarang.

Beberapa lokasi jalan berlubang ada di sekitar simpang empat Gembongan, Tugu Kartasura ke arah barat, dan traffic light Kartasura ke arah utara.

Ada juga di simpang tiga Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

"Jalan berlubang ini dampak musim hujan, jadi membuat aspal tergerus air hujan," ujarnya.

Banyak pengguna jalan khusus roda dua yang jatuh tidak tahu kalau jalan itu rusak atau ada lubang.

Jadi adanya penanda dengan warna putih ini biar pengguna jalan tahu dan tidak ada korban lagi.

Kecelakaan biasanya terjadi pada malam hari karena tidak kelihatan.

"Mohon maaf, jika aksi ini bukan vandalisme. Kami hanya tidak mau ada lagi korban yang jatuh karena jalan berlubang," pungkasnya. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved