Berita Solo Terbaru

Ada Klaster PTM di Solo, Gibran Akui Ada Desakan Ubah Kebijakan PTM 100 Persen 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak menampik ketika disinggung adanya desakan untuk mengubah kebijakan PTM 100 persen usai kasus Covid-19 naik.

TribunSolo.com/Vincentius Jyestha
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak menampik ketika disinggung adanya desakan untuk mengubah kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen usai kasus Covid-19 pada klaster sekolah melonjak. 

Menurutnya ada desakan dari berbagai pihak agar mengubah kebijakan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga PTM 50 persen.

Semua desakan itu dikatakan Gibran masih terus ditampung terlebih dahulu.

Baca juga: Setelah Sebut Sekolah di Solo Tetap PTM 100 %, Kini Gibran Siap Revisi Bila Ada Instruksi dari Ganjar

Baca juga: Kasus Covid-19 di Klaten Mulai Menggeliat, Pemkab Terapkan PTM 50 Persen Sekolah di Klaten

"Ya ada yang mengusulkan PJJ, PTM sementara dihapus atau 50 persen terbatas, macam-macam. Kita evaluasi dulu. (ditampung dulu?) Heem," kata Gibran, di Balai Kota Solo, Jalan Jenderal Sudirman, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (3/2/2022). 

Diketahui, sepertiga kasus Covid-19 di Kota Solo berasal dari klaster sekolah. Dimana hingga Kamis (3/2/2022) dilaporkan ada 42 siswa dari 13 sekolah yang dikonfirmasi positif virus corona. 

Oleh karena itu, Gibran mengatakan pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait PTM 100 persen.

Baca juga: Ini 3 Alasan Mengapa SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru, Jadi Sekolah Favorit di Solo

"Sekiranya para orang tua murid resah, atau tidak menginginkan anak-anaknya PTM, ya kita evaluasi lagi," jelasnya. 

Dia juga tak menutup kemungkinan merubah kebijakan PTM menjadi 50 persen dengan catatan ada instruksi khusus dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

"Nanti kalau misalnya ada interuksi khusus dari pak Gubernur (Ganjar Pranowo, - red) untuk (PTM) 50 persen ya kita jalankan," katanya. 

"Tapi sejauh ini kita tetap jalan seperti biasa dulu, tetap kita monitor, dan sekali lagi para orang tua murid tidak perlu risau, kebanyakan yang positif OTG, dan biasanya sembuhnya juga cepat," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved