Rumah Kakak Tersangka Kasus Arisan Online di Demak Dibobol, Barang-barang Ludes Diambil

Rumah kakak tersangka kasus Arisan Online yang mencapai 2 Miliar di Demak dibobol, pencuri bahkan membawa baju kotor dan jam dinding.

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
TribunJateng.com/Reza Gustav Pradana
Kondisi ruangan kamar rumah milik Luluk setelah dibobol dan dijarah oleh pelaku, Jumat (4/2/2022). 

TRIBUNSOLO.COM - Rumah seorang warga Kabupaten Demak, Luluk Riyandhoh dibobol hingga barang-barang seisinya ludes dicuri orang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (9/1/2022) semalaman.

Saat itu, Luluk dan para penghuni rumah tengah menginap di tempat saudaranya.

“Semua barang, bahkan sampai sofa, blender, jam dinding, lukisan dan baju kotor pun hilang,” ujarnya di rumahnya, di Kampung Stasiun, Kelurahan Bintoro, Jumat (4/2/2022) hari ini.

Luluk menduga para pencuri merupakan peserta atau anggota arisan online yang dimiliki adiknya, T-V-L atau Vera, yang tidak terima dengan masalah arisan itu.

Baca juga: Geramnya Jekek, Dengar Ada Kasus Bank Plecit Aniaya Nasabah di Wonogiri: Tidak Manusiawi

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi, Bisa Hasilkan Lontaran Lava Pijar & Aliran Lava

Sebagai informasi, T-V-L ditangkap dan kasusnya ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah terkait kasus arisan online, beberapa waktu lalu.

“Kenapa rumah saya yang dijarah, padahal kan tidak ada sangkut pautnya, ini yang tinggal di sini kan saya,” ujar Luluk.

Selain barang-barangnya dicuri, beberapa waktu sebelumnya juga rumahnya jadi sasaran vandalisme.

Dinding dan pintu rumahnya dicoret-coret dengan berbagai tulisan yang mencela Vera, namun coret-coretan itu kini telah ditutup dengan dicat ulang.

Vera sendiri bertempat tinggal di daerah Kalicilik, Kecamatan Demak.

Tempat tinggalnya itu juga jadi sasaran coret-coret oleh diduga member yang kesal.

Luluk telah pencurian tersebut ke Polisi.

Baca juga: Aksi Pencurian Tabung Gas di Ngemplak Boyolali Terekam CCTV, Pelaku Seorang Pria 

Baca juga: Viral Rekaman CCTV Pencurian di Bekasi, Pelaku Diduga Pasutri, Pilih Gasak Lampu Ketimbang Komputer

Kuasa hukum Luluk, Joko Santoso menyebut bahwa kasus tersebut merupakan pencurian terorganisir karena pihaknya menemukan barang bukti yang ditemukan berupa tangkapan layar pesan tentang rencana penggerebekan.

“Itu pencurian dengan teroganisir, karena kami menemukan bukti chat via grup, di situ kata-katanya berbunyi ke rumah Ibu Vera, geledah barang-barang, masih bisa diamankan dan lain-lain.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved