Berita Boyolali Terbaru

Tempat Mancing Mantap di Boyolali : Inilah BPJS, Dulunya Embung Mangkrak, Bayar Rp 20 Ribu Sepuasnya

Arena pemancingan ini diberi nama pancingan Barat Patung Jendral Sudirman (BPJS). Pancingan BPJS  buka pada hari Senin-Sabtu mulai pukul 16.00-01.00

Penulis: Tri Widodo | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Tri Widodo
Arena pemancingan Barat Patung Jendral Sudirman atau BPJS di Boyolali. Pancingan BPJS buka pada hari Senin-Sabtu mulai pukul 16.00-01.00 WIB. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Banyak cara bisa dilakukan, agar bangunan atau benda mangrak bermanfaat lagi.

Seperti pada sebuah embung pertanian yang ada di antara jalan Perintis Kemerdekaan dan jalan Jendral Sudirman, Kompleks Perkantoran Terpadu Boyolali ini.

Baca juga: Relawan di Boyolali Sulap Sungai Jadi Arena Mancing, Dapat Pemasukan untuk Bantu Aksi Sosial 

Embung itu semula berfungsi untuk mengairi lahan pertanian untuk pameran pertanian saat hari pangan sedunia (HPS) ke-36 di Boyolali pada Oktober 2016 silam.

Namun seiring berjalannya waktu, karena lahan yang disewa untuk pameran pertanian sebagian besar sudah tak ditanami lagi, embung itu pun tak berfungsi lagi.

Melihat kondisi itu, Pemuda di Kampung Bakungan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali berinisiatif untuk memanfaatkan embung ini sebagai arena mancing.

Benar saja, meski baru 2 pekan dibuka, namun antusias masyarakat untuk memancing di embung ini tak pernah sepi.

Bahkan pemancing rela hujan-hujanan agar tetap bisa memancing di embung berukuran sekitar 25 x 10 meter persegi itu.

Abyan Arizal, pengelola pemancingan ini mengatakan arena pemancingan ini diberi nama pancingan Barat Patung Jendral Sudirman (BPJS).

Pancingan BPJS  buka pada hari Senin-Sabtu mulai pukul 16.00-01.00 WIB.

“Kalau hari libur tanggal merah atau hari minggu, dibuka dua kali. Sesi pertama mulai pukul 08.00-15.00 WIB dan mulai pukul 18.00-01.00 WIB,” katanya, kepada TribunSolo.com, Minggu (6/2/2022).

Dia menyebut, untuk biaya operasional dan pembelian ikan, setiap pemancing dikenakan biaya Rp 20 ribu.

Dengan Rp 20 ribu itu, pemancing bisa memancing sepuasnya selama jam operasional.

“Setiap hari, kami menebar ikan lele seberat 10 kilogram. Sedangkan khusus hari Rabu dan Sabtu ikan yang kami tebar adalah ikan Tombro,” ujarnya.

“Jadi kalau mancing hari Minggu, ada bonus ikan Tombronya. Karena tidak semua ikan (yang ditebar) berhasil terpancing,” jelasnya.

Dia mengaku keuntungan dari pemancingan ini tidak untuk pribadi. melainkan untuk kas pemuda yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan pemuda.

Bagus, salah satu pemancing warga Boyolali mengatakan cukup puas memancing di embung ini.

Dia pun terlihat beberapa kali strike dan berhasil mengangkat ikan lele seukuran tangan.

“Asyik mancing disini. Tidak terasa sudah 4 jam-an saya mancing,” tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved