Apa Itu Batu Andesit? Ternyata Ini Keistimewaanya, sehingga Warga Desa Wadas Tolak Ada Penambangan

Kerapatan materi yang dimiliki oleh batu andesit dinilai sangat bagus digunakan untuk kontruksi bangunan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kemdikbud.go.id
Ilustrasi Batu Andesit 

TRIBUNSOLO.COM, PURWOREJO - Desa Wadas yang terletak di Purworejo memiliki harta karun bernama batu andesit.

Batu andesit mendadak terkenal akhir-akhir ini, lantaran menjadi bahan sengketa warga Desa Wadas Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Batu andesit metupakan batuan beku intrusi yang terbentuk di dalam bumi dan berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik.

Apa keistimewaan batu andesit sehingga begitu berharga bagi warga Desa Wadas?

Sebelum bicara lebih jauh, mari mengenal apa itu batu andesit.

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Konflik Desa Wadas Bakal Buka Tabiat Asli Ganjar: Citra Pro Rakyat Bisa Hancur

Baca juga: Susi Pudjiastuti Tanggapi Janji Ganjar Pranowo Bebaskan Warga Wadas yang Ditangkap: Tenan Jih Pak

Batuan andesit diketahui memiliki kandungan silika dalam jumlah sedang.

Batuan ini berwarna abu-abu kehitaman karena bersifat intermediate, serta memiliki butir halus yang disebut porfiritik.

Area pembangunan proyek Bendungan Bener di wilayah Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022). Apa itu Bendungan Bener? Proyek pembangunan waduk di Purworejo yang menjadi akar persoalan Desa Wadas diserbu dan dikepung aparat.
Area pembangunan proyek Bendungan Bener di wilayah Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022). Apa itu Bendungan Bener? Proyek pembangunan waduk di Purworejo yang menjadi akar persoalan Desa Wadas diserbu dan dikepung aparat. (Dok Humas Polda Jateng)

Penyebutan andesit sendiri diketahui diambil dari nama Pegunungan Andes di sepanjang pantai barat Amerika Selatan. 

Nah,  batu andesit makin sering disebut karena berkaitan dengan rencana penambangan yang akan dilakukan di Desa Wadas, yang kemudian menimbulkan reaksi penolakan dan kericuhan.

Rencana itu sebagaimana tercantum dalam Izin Penentuan Lokasi (IPL) penambangan quarry batuan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener yang meliputi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bener dan Kecamatan Gebang di Purworejo serta Kecamatan Sepil di Kabupaten Wonosobo.

Namun, sejak IPL diterbitkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada tahun 2018, kehadiran aturan tersebut justru menuai penolakan dari warga Desa Wadas.

Bukan tanpa alasan, penolakan penambangan quarry batuan andesit di wilayah tersebut dilakukan salah satunya karena dinilai akan merusak kehidupan,  baik itu manusianya serta alam.

Kendati demikian, ada sejumlah warga Desa Wadas yang setuju terhadap penambangan itu.

Bahkan, dalam proses pengukuran lahan pada Selasa (8/2/2022) yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dikawal ratusan aparat kepolisian justru berujung represif, intimidatif, dan disertai penangkapan warga.

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved