Berita Karanganyar Terbaru

Proyek Masjid Agung Karanganyar Bermasalah, Pimpinan DPRD Minta Pemkab Lebih Ketat 

Persoalan yang terjadi pada proyek Masjid Agung Karanganyar membuat proyek tersebut mengalami keterlambatan dari deadline yang sudah ditentukan. 

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan Masjid Agung Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/2/2022) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR  - Persoalan yang terjadi pada proyek Masjid Agung Karanganyar membuat proyek tersebut mengalami keterlambatan dari deadline yang sudah ditentukan. 

Berawal dari tertangkapnya direktur PT MAM oleh KPK beberapa waktu lalu hingga adanya puluhan vendor yang melakukan mogok kerja. 

Itu hanya sebagian dari penyebab terlambatnya pembangunan Masjid Agung Karanganyar.

Baca juga: Satpol PP Karanganyar Tak Akan Razia Lagi Hajatan, Politikus PDIP : Buat Apa Ada Satgas Covid-19?

Baca juga: Rencana Revitalisasi Masjid Agung Solo Dimulai 2023, Langsung Kementerian PUPR

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo meminta Pemkab Karanganyar lebih jeli memilih perusahaan yang ikut dalam proyek Pemkab Karanganyar.

"Dalam proses, pemkab harus memperhatikan perusahaan apakah benar-benar kapabel, memiliki kompetensi dan anggaran yang cukup dalam sebelum menentukan," ucap Bagus, kepada TribunSolo.com, Jum'at (18/2/2022).

Bagus mengatakan, PT MAM selaku kontraktor utama proyek Masjid Agung Karanganyar itu dinilai tak melaksanakan kewajibannya membayar para sub kontraktor.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa masalah-masalah tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab PT MAM.

Baca juga: Antisipasi Santri Keluyuran, Masjid Agung Solo Tetap Gelar Salat Id Berjamaah, Namun Internal Saja

"Ke depan jangan sampai terulang, proses lelang harus benar-benar selektif," tegas Bagus.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan secara regulasi, Pemkab Karanganyar sudah membayar kepada PT MAM sesuai dengan tahapan pembangunan meski belum 100 persen.

Dia menjelaskan pembayaran kepada puluhan vendor Masjid Agung Karanganyar menjadi tanggung jawab PT MAM.

"Akibat kejadian tersebut dampaknya terhadap pembangunan Masjid Agung yang tidak selesai dengan sempurna dan tidak sesuai dengan yang diharapkan," ujar Rohadi.

Dia menuturkan akibat tunggakan yang belum terbayar tersebut, pekerjaan yang harusnya telah selesai menjadi tertunda.

Baca juga: Antisipasi Santri Keluyuran, Masjid Agung Solo Tetap Gelar Salat Id Berjamaah, Namun Internal Saja

Rohadi meberikan contoh, lift yang seharusnya sudah berfungsi, namun kunci  lift tidak diserahkan oleh sub kontraktor karena masih ada tunggakan pembayaran dari kontraktor utama.

"Ini kan sangat menggangu. Kami minta Pemkab harus menghitung apa yang masih kurang saat masjid itu diserahkan kepada pemerintah,"ucap Rohadi.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved