Berita Klaten Terbaru

Tak Digoreng & Dibakar, Ayam & Bebek di Warung Brontak Klaten Ini Bebas Minyak hingga Aman Kolestrol

Rekomendasi kuliner di Klaten bernama Ayam dan Bebek Brontak dengan cita rasa khas, tanpa digoreng maupun dibakar.

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Penampakan bebek yang direbus di Warung Ayam dan Bebek Brontak di Jalan Bhayangkara No. 51 Kelasman, Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Biasanya kuliner daging ayam dan bebek yang kita temui, digoreng, dibakar atau dipanggang.

Namun tidak bagi Warung Ayam dan Bebek Brontak di Jalan Bhayangkara No. 51 Kelasman, Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah.

Kok bisa? Daging ayam dan bebek itu ternyata direbus, sehingga aman bagi mereka yang memiliki masalah dengan kolesterol.

"Bebek dan ayam ini direbus, prosesnya tanpa menggunakan minyak dan dimasak selama 1,5 jam," ungkap pemilik, Saptya Eka Haryadi kepada TribunSolo.com, Sabtu (5/3/2022).

Alhasil, daging hasil rebusan menjadi empuk, apalagi dagingnya begitu empuk, berbeda dengan daging yang digoreng.

"Kuliner ini sehat sekaligus menyehatkan, karena tak berminyak," aku dia.

Tidak hanya itu sensasi pedas yang dihasilkan menggunakan cabai pilihan yang menjadi salah satu resep rahasia ditambah dengan 19 macam bumbu rempah khas Indonesia.

Bumbu yang diracik disesuaikan dengan lokasi warung itu berada, mengingat lidah di sejumlah daerah berbeda-beda.

"Kan banyak cabang, misal di Muntilan itu cenderung manis, berbeda dengan di Surabaya yang cenderung asin dan pedas," ucapnya.

"Kalau mau yang orisinil, bisa makan di sini (Klaten)," tutur dia.

Dia pun membuka, kenapa menggunakan nama warung 'Brontak', karena memang santapannya lebih kepada pedas.

Baca juga: Kuliner Unik di Solo: Kepala Bebek Presto di Gapura ISI Solo, Rp 10 Ribu Dapat 3 Potong

Baca juga: Promo J.CO Mingguan Hari Ini dan Besok, Makanan dan Minuman Dapat Dipesan dengan Harga Spesial

"Ide awal membuat ayam dan bebek berontak karena saat itu yang tersedia hanya ayam lamongan dan penyet yang semua identik dengan rasa pedas," terangnya.

Setiap hari dia menjelaskan, mampu menjual ratusan porsi ayam dan bebek.

Untuk satu porsi ayam dibandrol dengan harga Rp 17 ribu sedangkan bebek dibanderol dengan harga Rp 20 ribu.

Ayam dan Bebek Berontak di Klaten buka dari jam 09.00 WIB - 20.00 WIB.

Bagi yang ingin mencicipi Ayam dan Bebek Brontak ini bisa mampir di 25 warung makan yang ada di Klaten, Jogja, Depok, Surabaya dan Lombok. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved