Kuliner Solo
Nikmatnya Bubur Samin Khas Solo, Kuliner Legendaris Hanya Ada saat Bulan Ramadan
Kuliner khas Solo yang hanya ada saat bulan Ramadan, bubur Samin atau biasa disebut dengan bubur Banjar.
Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di bulan Ramadan, ada tradisi unik di Kota Solo.
Tradisi tersebut adalah pembagian bubur Samin atau biasa disebut dengan bubur Banjar.
Pembagian bubur ini dilakukan di Masjid Darussalam Solo.
Dilansir dari Kompas.com, pembagian bubur samin ini hanya dilakukan saat puasa Ramadan.
Baca juga: Mi Ayam Pasoepati,Kuliner Super Laris di Solo, Bisa Jadi Pilihan untuk Menu Makan Siang
hal tersebut disampaikan oleh Ta’mir masjid HM. Rosyidi Muchdlor.
Rupanya, pembagian bubur ini didasarkan pada hadist mengenai pahala bagi mereka yang memberikan makan bagi orang yang berpuasa akan mendapat pahala sama.
Kerap diburu saat bulan Ramadan, bubur Samin terbuat dari beras, santan, sayuran, rempah-rempah, susu, dan daging sapi.
Semua bahan tersebut membuat cita rasa bubur samin enak dan unik.
Diketahui, tradisi pembagian bubur banjar bermula dari rasa syukur para penjual permata dari Banjar yang kemudian sukses di Solo.
Rupanya, tradisi ini sudah dimulai sejak 1965.
Mulanya Masjid Darussalam hanya membagikan menu buka puasa di masjid saja.
Baca juga: Kunjungi Solo Sambil Kuliner Malam, Menko Airlangga: Wedangan Itu Saya Banget
Namun setelah tahun 1985 Masjid Darussalam selanjutnya mulai membagikan bubur banjar kepada masyarakat.
Pada Awalnya, beras untuk pembuatan bubur samin hanya perlu sebanyak 15 kg saja, namun kemudian jumlah semakin bertambah.
Dan sekarang jumlah beras untuk pembuatan bubur mencapai 50 kg per hari.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bubur-samin_20170527_215032.jpg)