Cerita Denny Cagur Masuk Grup Telegram Afiliator Binary Option, Ungkap Penyebab Banyak Orang Terbuai

Baru-baru ini afiliator trading binary option Quotex dan Binomo, Doni Salmanan dan Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan.

Instagram Shanty Denny
Denny Cagur dan Shanty 

TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini afiliator trading binary option Quotex dan Binomo, Doni Salmanan dan Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (8/3/2022) usai dilaporkan oleh seorang berinisial RA yang mengaku sebagai korban. Dia terancam 20 tahun penjara.

Baca juga: Bak Raja di Quotex, Doni Salmanan Selalu Kalah Trading Kripto, Uang Miliaran Sisa Rp 500 Juta

Sementara Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkedok investasi Binomo pada Kamis (24/2/2022) dengan ancaman 20 tahun penjara.

Terkait kasus trading ini ternyata sejumlah tokoh pernah punya pengalaman tentang trading.

Seperti halnya yang dialami pelawak Denny Cagur pernah sengaja menyelam ke grup Telegram yang ia temukan di salah satu Instagram afiliator binary option.

Meskipun sempat bergabung dengan grup tersebut, Denny tidak tahu apakah grup itu murni dikelola afiliator atau dikelola pemilik aplikasi binary option.

Dilansir dari Kompas.com, ternyata Denny Cagur ingin tahu bagaimana cara kerja penipuan berkedok trading binary option yang kini marak ditemukan di Indonesia.

Memosisikan diri sebagai orang awam, Denny banyak bertanya ketika berhasil masuk ke sebuah ruang obrolan di Telegram.

Berkali-kali, Denny bertanya pada seorang admin terkait kepastian mendapatkan untung dari titip dana investasi, siapa sosok mentor, dan afiliator dari aplikasi tersebut.

"Aku bilang, 'aku punya Rp 11.200.000, benar sampai dapat Rp 250 juta? Iya benar Kakak'. Terus saya tanya 'ini mentornya bla-bla-bla, ini salah satu afiliator yang sering disebut namanya? Benar'," kata Denny dikutip Kompas.com dari YouTube Pantengin TV, Rabu (30/3/2022).

"'Gimana cara bisa dimentorin? Silakan isi form'. Sudah isi form, saya isi semua, saya tulis fake, saya cuman pengin tahu tahapan berukutnya apa sih," tuturnya.

Terdapat ribuan anggota dalam grup Telegram yang diikuti Denny. Di sana ia menemukan paket titip dana investasi mulai dari modal Rp 300.000 hingga jutaan rupiah.

Setelah mengisi formulir berupa data diri dan nomor rekening, Denny Cagur kemudian diundang masuk grup Telegram lain berisi testimoni keuntungan investasi.

Grup tersebut diatur bersifat komunikasi satu arah, sehingga Denny menduga bahwa mereka yang menuliskan testimoni adalah sindikat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved