Berita Sragen Terbaru

Tak Hanya Dokter, Seorang Bidan dan 7 Perawat di Kabupaten Sragen Gugur Selama Pandemi Covid-19

Selama pandemi, tak hanya dokter yang gugur dalam menangani covid-19. Perawat dan bidan yang juga merupakan garda tersedan ikut berguguran.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Perawat di Kabupaten Sragen menhadiri pelantikan pengurus PPNI di Pendopo Bupati Sragen, Kamis (31/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Selama pandemi, tak hanya dokter yang gugur dalam menangani covid-19. 

Perawat dan bidan yang juga merupakan garda terdepan ikut berguguran saat berjuang melawan pandemi. 

Data dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, total ada 64 perawat yang meninggal dunia selama pandemi covid-19.

Baca juga: Asa Pedagang Pusat Grosir Solo, Menanti Masa Jaya Seperti Sebelum Pandemi Corona: Sekarang Sepi 

Baca juga: Kasus Corona di Wonogiri : 4 Siswa & 1 Guru SMA N 1 Sidoharjo Positif Covid-19, Sekolah Gelar PJJ

Ketua DPD PPNI Kabupaten Sragen, Ali Ahmadi mengatakan di Sragen sendiri terdapat 8 perawat dan bidan yang meninggal dunia karena covid-19. 

"Sragen sampai saat ini yang meninggal dunia karena covid-19 ada 8 orang, seorang bidan dan 7 orang perawat," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (31/3/2022). 

Perawat dan bidan yang meninggal dunia tersebut, mendapatkan santunan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten Sragen.

Lanjut Ali, terdapat dua orang perawat yang meninggal dunia mendapatkan santunan dari pemerintah pusat sesuai dengan kinerjanya.

Baca juga: Listrik Tak ‘Byar Pet’, Bikin Wisata Menggema Meski Sempat Diterpa Corona, Kini Warganya Sejahtera

"Ada dua orang yang mendapatkan santunan dari pemerintah pusat, masing-masing mendapatkan Rp 300 juta sesuai dengan kriteria kinerja, sedangkan yang lain akan kita ajukan untuk mendapatkan santunan," terangnya.

Saat ini, total terdapat 1975 orang perawat yang ada di Kabupaten Sragen, yang tersebar di pelayanan kesehatan milik Pemerintah maupun swasta. 

Menurut Ali, jumlah tersebut sudah memenuhi analisa beban kerja di Kabupaten Sragen. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved