Erick Thohir Tanggapi Pertalite yang Dikabarkan Langka, Sebut Sumbernya Sudah Cukup

Menteri BUMN, Erick Thohir, meminta masyarakat tidak perlu ribut-ribut terkait stok BBM jenis pertalite yang dinilai langka di sejumlah SPBU.

Pertamina
Petugas SPBU Pertamina tengah melayani pembeli. 

TRIBUNSOLO.COM - Kabar pertalite mengalami kelangkaan dikabarkan terjadi di beberapa daerah.

Hal itu imbas dari melejitnya permintaan Pertalite akibat dampak dari naiknya harga BBP Pertamax atau RON 92.

Baca juga: Putra Erick Thohir Sebut Bruno Moreira Berbahaya, Sinyal Persis Solo? Persebaya Wajib Siap-siap

Terkait kabar ini, Menteri BUMN, Erick Thohir, meminta masyarakat tidak perlu ribut-ribut terkait stok BBM jenis pertalite yang dinilai langka di sejumlah SPBU.

Erick Thohir memastikan stok BBM Pertalite sudah mencukupi, ditengah adanya kenaikan harga Pertamax yang membuat sejumlah masyarakat kemudian migrasi ke BBM RON 90 itu.

"Pemerintah sudah bilang sumbernya cukup. Tidak perlu ribut-ribut," kata Erick Thohir seperti dikutip dari Kompas TV, Minggu (3/4/2022).

Erick Thohir juga menyebut, Pertalite masuk dalam kategori BBM hijau.

Kehadirannya, kata Erick memang ditujukan pemerintah untuk lebih meminimalisir penggunaan Premium sehingga bisa mengurangi polusi udara.

"Dan pemerintah hadir bagaimana Premium diganti ke Pertalite. Bagus Premium apa Pertalite? Pertalite. Apalagi Pertalite itu masuk kategori BBM hijau sehingga yang namanya kerusakan udara polusi bisa dikurangi," imbuhnya.

Baca juga: Erick Thohir Tonton Bali United vs Persebaya, Bos Persis Solo Kevin : Oleh-oleh Pemain dari Bali

Klaim stok aman

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, pemerintah bersama Pertamina memastikan agar pasokan tersedia, khususnya BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, termasuk Pertalite.

Demikian halnya BBM Solar akan ditingkatkan pasokannya dan menjaga stok agar diatas 20 hari.

"Pemerintah menjamin tersedianya BBM dan melakukan koordinasi dengan badan usaha dalam hal ini Pertamina. Pertamina telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dalam rangka terjaminnya ketersediaan BBM serta mengantisipasi peningkatan kebutuhan khususnya di bulan Ramadhan ini," tutur dia, dalam keterangannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam upaya pengendalian penyaluran BBM jenis Solar bersubsidi, Pemerintah telah mengambil beberapa langkah strategis.

Antara lain telah terbitnya Keputusan Menteri ESDM No 45.K/HK.02/SJN.H/2022 tanggal 24 Januari 2022 tentang Tim Gugus Tugas Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian BBM.

Kemudian, pemerintah disebut telah melaksanakan koordinasi dan pengawasan bersama antara Ditjen Migas, Tim BPH Migas, dan Pertamina di beberapa daerah yang terjadi antrean atau kelangkaan solar.

"Upaya lainnya adalah melakukan monitoring stok bahan bakar migas melalui command center, koordinasi Pertamina dengan penegak hukum dan Pemerintah Daerah," ujar Agung.

Dalam rangka menjamin ketersediaan BBM, Pertamina juga telah membentuk satgas RAFi (Ramadhan & Idul Fitri) dan menyiapkan berbagai layanan tambahan berupa SPBU Siaga, mobil tangki siaga, motorist, SPBU Kantong.

"Dan rest area yang dilengkapi fasilitas kesehatan bagi para pemudik di beberapa titik jalur mudik," ucap Agung.

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved