Berita Karangayar Terbaru

Cara Membedakan Kapur Semut Palsu dan Asli, Buatan Karanganyar Sudah Beredar Luas  

Polres Karanganyar mengungkap kasus pembuatan kapur ajaib atau kapur semut palsu di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Polisi menunjukkan barang bukti kapur semut Bagus palsu buatan pria Mojogedang, Karanganyar, Selasa (12/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar mengungkap kasus pembuatan kapur ajaib atau kapur semut palsu di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar

Kapur tersebut sudah diedarkan oleh pelaku ke berbagai wilayah. 

Agar masyarakat tidak tertipu, begini cara membedakan kapur semut atau kapur ajaib palsu dan asli.

Baca juga: Duh, Kapur Semut Palsu Bikinan Karanganyar Kadung Beredar Luas, Kapur Tulis Dicelup Obat Serangga!

Baca juga: Bisnis Kapur Ajaib Palsu Warga Mojogedang Karanganyar Terbongkar, Ternyata Isinya Kapur Tulis

Regional Sales Manager Jateng-DIY Bagus, Beni Valentinus mengatakan, kotak kapur ajaib yang asli memiliki hologram yang hanya terlihat jika disinari ultra violet.

"Kotak asli yang utama ada hologram dengan logo Bagus, sedangkan yang palsu tidak ada," kata Beni, kepada TribunSolo.com, Selasa (12/4/2022).

Beni mengatakan, cara membedakan kapur ajaib asli dengan yang palsu dengan melihat  tulisan merek pada plastik pembungkus barang tersebut.

Dia menuturkan pada produk kapur ajaib yang asli warna tulisan pada plastik lebih terang daripada yang kapur ajaib palsu.

"Sementara untuk  kemasan plastik, yang asli tulisan berwarna merah muda dan yang palsu berwarna merah," ucap Beni.

Dia menjelaskan, tersangka memalsukan kapur ajaib dengan bahan kapur tulis.

Ia mengatakan kapur tulis tersebut direndam dengan carian insektisida.

"Kapur tersebut direndam dan dijemur di bawah sinar matahari kalau musim hujan pakai listrik," tutur Beni.

Setelah kering, kapur tersebut dipotong-potong hingga panjangnya serupa dengan kapur ajaib asli.

Setelah itu, barang tersebut dimasukan dalam plastik dan dipres.

"Plastik tersebut kemudian digunting satu-satu, kemudian dimasukan dalam dus kecil dan dimasukan dus sedang dan dus besar utama, dan dipasarkan ke masyarakat," ungkap Beni. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved