Kematian Bocah Kartasura
Kecurigaan Pak RT Terbukti, Dila Tewas Dianiaya, Tetangga Dengar Dua Kali Teriakan
Kecurigaan Ketua RT tempat Dila korban tewas dianiaya terbukti. UFT alias Dila (7) meninggal karena dianiaya oleh kakak-kakak sambungnya.
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kecurigaan Ketua RT tempat Dila korban tewas dianiaya terbukti.
UFT alias Dila (7) meninggal karena dianiaya oleh kakak-kakak sambungnya.
Tragisnya, kematian Dila sempat akan ditutup-tutupi. Gelagat itu disampaikan oleh Suraji MS selaku Ketua RT 01 RW 02 Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo.
Baca juga: Sebelum Ditangkap Polisi, Guru Sekolah Dila Sempat Tegur Pelaku: Adikmu Kena Apa? Kok Lebam Semua?
Baca juga: Air Mata Pelayat Almarhumah Dila Jatuh saat Doa, Berharap Kejadian Penganiayaan Jadi yang Terakhir
Selepas salat ashar, kakak sambung kedua Dila yaitu FNH disebutnya mendatangi kediaman Suraji menyampaikan ingin meminjam keranda.
"Setelah salat Ashar, ketok-ketok, assalamualaikum pakde mau pinjam keranda untuk mandikan jenazah," cerita Suraji, menirukan percakapan FNH, kepada TribunSolo.com, Rabu (13/4/2022).
Kaget, itulah yang dirasakan Suraji. Sebab biasanya jika ada warga yang meninggal dunia, dia pasti mendapatkan kabar terlebih dahulu.
Sontak, dia menanyakan siapa yang meninggal dunia kepada FNH.
Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Dila Bocah Tewas Dianiaya di Kartasura
"Lho apa warganya dewe ada yang meninggal? Kalau meninggal otomatis saya tahu. Lha sopo?" tanya Suraji.
Dengan lirih, Suraji mendengar FNH menyebutkan nama UFT alias Dila.
"Dila," jawab FNH, kepada Suraji.
Saat ditanya penyebab Dila meninggal, FNH mengaku kepada Suraji yang bersangkutan meninggal karena jatuh.
"Jatuh," kata FNH lagi.
Namun, Suraji merasa janggal dengan pengakuan FNH.
Baca juga: Histeris, Tangis Ibu Angkat Dila Bocah Tewas Dianiaya Pecah Lihat Jenazah : Dila, Ibu Pulang Dila
Menurutnya, ketika seseorang jatuh, pasti akan mendapat luka di kepala.
"Alasannya ya jatuh itu, tapi kalau jatuh itu minimal ada darah. Dan jatuh seseorang itu pasti kepala (yang luka)," katanya.
Selain itu, pasti warga sekitar juga akan langsung mengabari dirinya.
"Nek jatuh ki sebelahmu tukang kabeh, kabeh kenalanku, otomatis kan lari ketempate pakde no," kata Suraji tak percaya.
Baca juga: Tangkap Kakak Angkat yang Tewaskan Dila Bocah Kartasura: Polisi Sita Tali Rafia hingga Cambuk Kasur
Suraji lantas memastikan ke lokasi kejadian. Saat bertanya ke warga sekitar apa ada anak kecil yang jatuh, warga menjawab tidak ada. Ketika ditanya apa ada yang berteriak, ternyata ada.
"Saya tanya opo ono bocah tibo, dijawab ora ono pakde, ora ono. Apa ada yang sambat? Ternyata ada, dua kali menjerit terus diem," jelas Suraji.
"Kalau menurut saya itu kalau alibinya yang membawa ke rumah sakit bilang e Dila masih ada nafas, tapi itu saya kira sudah nggak ada," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/dila-alias-UF-bocah-kartasura-dibunuh-kakak-angkat.jpg)