Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Fenomena Tanah Bergerak Bikin Warga Gemolong Cemas : Terjadi saat Terlelap Tidur, Bikin Rumah Rusak

Rumah warga rusak karena tanah bergerak di Dukuh Ngasinan, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Fenomena tanah bergerak terjadi di Dukuh Ngasinan, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. 

Keesokan harinya, Sudarin mengecek langsung kondisi diluar dan mendapati tanah disekitar rumahnya sudah terangkat naik dan bagian jalan sudah retak-retak.

Melihat kondisi rumahnya, ia memilih untuk tidak mengungsi ke tempat anak atau kerabatnya, hanya sang istri yang mengungsi ke tempat anaknya di desa sebelah.

Genteng atapnya kemudian ia turunkan, dan penyangga rumahnya kini juga disangga menggunakan bambu agar tidak langsung runtuh.

Ia berencana meruntuhkan bangunan bagian dapur tersebut, kemudian dibangun dengan ukuran yang lebih kecil.

"Kalau kata pak Kepala Desa akan diberikan bantuan, disuruh tenang saja, tapi saya tetap tidak tenang," pungkasnya.

Sehari sebelumnya, di daerah Dukuh Ngasinan memang turun hujan, yang disusul keesokan pagi harinya terjadi tanah bergerak tersebut.

Bikin Cemas Warga

Tanah pekarangan yang sudah jadi hak milik warga Desa Jenalas, Gemolong itu bergerak ke bawah dan terbelah menjadi dua.

Awalnya, tanah tersebut bergeser beberapa centimeter saja dengan kedalaman kurang lebih dua meter.

Kemudian, diperkirakan malam harinya kembali terjadi pergerakan, sehingga kini lebarnya bertambah mencapai satu meter dengan kedalaman mencapai 4 meter.

Tanah yang patah diperkirakan memiliki panjang lebih dari 100 meter.

Warga yang datang karena penasaran pun heran, tanah yang patah lebarnya bertambah dan lebih dalam.

"Kemarin masih belum segitu, ini bertambah lebar lagi," kata ibu-ibu yang heran setelah melihat langsung keadaan tanah bergerak tersebut.

Juga terdengar sayup-sayup ketakutan warga, apa yang terjadi jika hujan lebat tiba mengguyur tanah padas tersebut.

Bisa saja, air yang turun bisa mendorong tanah menuju pemukiman warga yang berada disekitarnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved