Konsumsi Listrik Industri di Jateng-DIY Naik 9,86 %, Tanda Ekonomi Mulai Bangkit

Kenaikan konsumsi listrik menjadi sinyal positif pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Dok. Tribunsolo.com
Tanda ekonomi bangkit, konsumsi listrik industri di Jateng-DIY naik hingga 9,86% 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta mencatat adanya kenaikan konsumsi listrik pelanggan industri sebesar 9,86 % Year on Year (YoY) pada Triwulan I tahun 2022, Kamis (14/4/2022).

Kenaikan ini menjadi sinyal positif pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Secara keseluruhan, kenaikan listrik di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 2,81 % YoY dari sebelumnya 7,34 Terra Watt hour (TWh) menjadi 7,55 TWh pada Triwulan I tahun 2022.

Baca juga: Dorong Transisi Energi Baru Terbarukan, 8 Pabrik Rekanan H&M Group Teken Kontrak Pembelian REC PLN

Baca juga: Nikmati Diskon Tambah Daya Lewat Promo Lebaran Ceria, Hanya Belanja 100 Ribu di PLN Mobile

General Manager PLN UID Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, M. Irwansyah Putra mengatakan PLN akan terus memberikan layanan listrik yang handal untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Konsumsi listrik merupakan salah satu indikator meningkatnya ekonomi, PLN siap mendukung aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi dengan menyediakan listrik yang handal," ujarnya.

Kenaikan konsumsi listrik YoY tertinggi dicapai oleh salah satu industri pengolahan pakan ternak dengan pertumbuhan mencapai 735,2 %, hal ini menunjukan industri tersebut telah kembali beroperasi sepenuhnya setelah tahun sebelumnya berhenti beroperasi.

Selain pengolahan pakan ternak industri yang mengalami pertumbuhan di antaranya tekstil, pengolahan material bangunan, dan pengolahan bahan makanan.

"Saat ini pasokan listrik di Jateng-DIY dalam kondisi surplus dengan reserve margin sebesar 30 %, jadi kami siap memenuhi kebutuhan industri," imbuhnya.

Selain untuk sektor industri, PLN juga menggencarkan penggunaan listrik bagi usaha di bidang agribisnis seperti pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan melalui Program Electrifying Agriculture.

Salah satu peternak di Kalasan, Yogyakarta bernama Sardjono memanfaatkan Program Electrifying Agriculture untuk ekspansi usaha ternak ayamnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved