Viral

Viral Curhat Netizen Dapat Chat Pinjol Cair Puluhan Juta Padahal Tak Pernah Pinjam, Waspada Jebakan

Tongam menegaskan, apabila masyarakat melakukan klik pada link dari pesan WhatsApp yang berisikan informasi peminjaman telah disetujui.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tangkapan layar TikTok
Viral chat WhatsApp pinjaman online telah cair puluhan juta Rupiah. 

TRIBUNSOLO.COM - Belakangan ini, curhat netizen mendapat pesan WhatsApp pinjaman online (pinjol) cair puluhan juta rupiah ramai jadi sorotan.

Pasalnya, yang bersangkutan tidak pernah melakukan pinjaman.

Terkait hal ini, Ketua Satas Waspada Investasi Tongam Tobing memberikan tanggapan.

"Jangan ditanggapi dan jangan sekali-kali klik link tersebut," jelasnya dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Curhat Sedih Korban Binomo, Kena Tipu Rp 165 Juta, Kini Hidupnya Terlilit Utang di Pinjol

Tongam menegaskan, apabila masyarakat melakukan klik pada link dari pesan WhatsApp yang berisikan informasi peminjaman telah disetujui tersebut, berisiko pelaku pinjol mengakses semua data dan kontak handphone.

"Oleh karena itu, masyarakat agar bijak dalam mengakses link yang menipu," terangnya.

Ia pun mengimbau, masyarakat agar senantiasa waspada dan melindungi dirinya dengan tidak mengakses tautan pada pesan yang tidak dikenal, terutama terkait dengan pinjaman online.

"Apabila masyarakat mendapat teror atau intimidasi agar lapor ke polisi untuk dilakukan proses hukum," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Sebelas Maret (UNS) Nurcahya Pradana Taufik Prakisya.

Ia mengatakan apabila menerima pesan yang tidak jelas sumbernya, terutama terkait dengan pinjol, lebih baik untuk diabaikan.

Baca juga: Blak-blakan Pengakuan Karyawati Pinjol Ilegal: Ngaku Digaji Rp 5 Jutaan, Masih Ditambah Bonus

Baca juga: Daftar Terbaru 103 Pinjol Ilegal yang Diblokir Pemerintah, Ada Pencatut Nama KSP Terkenal

"Jadi biasanya link tersebut diberi narasi yang memancing seseorang untuk klik, padahal di dalamnya isinya adalah jebakan," ujar Nurcahya secara terpisah.

"Abaikan saja, terutama jika link tersebut terkesan mencurigakan. Seperti menggunakan domain gratisan, atau short URL," pungkasnya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved