Serie A
Arrigo Sachhi Sebut AC Milan Terlalu Naif, Inter Sukses Maksimalkan Peluang
AC Milan dan Inter Milan bertemu dalam semifinal leg kedua Coppa Italia 2021-2022, di Stadion Giuseppe Meazza pada Selasa (19/4/2022) waktu setempat a
Penulis: Tribun Network | Editor: Agil Trisetiawan
TRIBUNSOLO.COM - Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sachhi menyebut, AC Milan terlalu naif saat melawan Inter Milan.
AC Milan dan Inter Milan bertemu dalam semifinal leg kedua Coppa Italia 2021-2022, di Stadion Giuseppe Meazza pada Selasa (19/4/2022) waktu setempat atau Rabu dini WIB.
Duel penentuan dari dua tim yang bersaing ketat di Liga Italia tersebut dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 3-0
Tiga gol Inter Milan diciptakan oleh Lautaro Martinez pada menit ke-4 dan 40.
Adapun gol ketiga Inter Milan dibuat oleh Robin Gosens pada menit ke-82.
Kemenangan tersebut mengantarkan I Nerazzurri lolos ke final Coppa Italia dan mendapatkan tanggapan dari pelatih legendaris Italia, Arrigo Sachhi.
Baca juga: Kalah dari Tim Papan Bawah, Xavi Marah Besar, Semua Pemain Barcelona Kena Semprot
Baca juga: Jadi Pahlawan Arsenal Musim Ini, Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe Disandingkan dengan Rooney dan CR7
Baca juga: Dicemooh Fans Sendiri usai Laga Lawan Arsenal, Kapten Chelsea Ngamuk
Baca juga: Jarak Poin Semakin Jauh, Real Madrid Bisa Mengunci Gelar Juara LaLiga Lebih Cepat
Menurut eks pelatih AC Milan itu, seperti dinukil BolaSport.com dari Football Italia, La Beneamata memang pantas menang.
Pasalnya, dalam pandangan pelatih yang berhasil mempersembahkan dua gelar Liga Champions untuk AC Milan (dulu bernama European Cup) itu, Inter Milan bisa memanfaatkan kenaifan permainan AC Milan dengan melakukan serangan balik.
"Inter memecah kebuntuan lebih awal dan kemudian mengandalkan serangan balik," kata Arrigo Sacchi, dinukil BolaSport.com dari Football Italia.
"Namun, siapa yang bertanggung jawab untuk menjaga Lautaro? Milan terlalu naif dan Anda bisa melihatnya juga saat Inter mencetak gol kedua," ucapnya.
Adapun mengenai permainan mantan klub yang pernah diasuhnya, Sacchi mengatakan bahwa AC Milan akan mendapatkan hasil yang diharapkan jika I Rossoneri bermain sebagai sebuah kesatuan.
Dalam laga melawan Inter Milan, jarak antar pemain I Rossoneri tidak rapat dan mereka naik atau turun lapangan secara individu, sehingga memunculkan masalah.
"Milan mendapatkan hasil terbaik ketika mereka bersatu dan setiap departemen terhubung dengan baik," ujar Sacchi.
"Jarak adalah hal mendasar dan masalah muncul jika pemain bergerak sendiri naik turun lapangan," ucap Sacchi melanjutkan.
Terakhir, Sacchi melihat AC Milan dan Inter Milan tidak bisa dibandingkan karena berbeda dalam hal kualitas dan pengalaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Selebrasi-pemain-Inter-Milan.jpg)