Banyak Pasangan Memilih Menikah di Bulan Syawal, Ternyata Ini Keutamaan Menikah di Bulan Syawal

Ia menjelasakan, pada zaman jahiliah dulu, orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal adalah suatu pantangan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
KOMPAS.com
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUNSOLO.COM - Setelah merayakan Idulfitri, biasanya ada teman atau kerabat yang membagikan undangan pernikahan.

Setelah perayaan lebaran, memang memasuki bulan Syawal.

Bulan Syawal diyakini sebagai bulan yang baik untuk menikah dan merupakan bagian dari sunnah Rasulullah.

Baca juga: Mana yang Sebaiknya Lebih Dulu Dilakukan, Membayar Utang Puasa atau Puasa Syawal?Simak Penjelasannya

Namun benarkah demikian menurut pandangan Islam?

Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin menerangkan, sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai menikah di bulan tertentu.

Karena pada dasarnya semua hari dan bulan adalah baik disisi Allah.

"Tidak ada ketentuan harus kapan untuk menikah karena semua bulan semua hari adalah baik disisi Allah," kata dia saat berbincang di program Tribunnews On Cam.

Baca juga: Meski Merasa Disakiti, Olla Ramlan Tetap Rayakan Lebaran bareng Mantan Suami, Diprotes Jangan Mesra

Terkait dengan pilihan menikah di bulan Syawal, hal itu merupakan bentuk dari menjalankan sunnah dari Rasulullah.

Sebab dahulu Rasulullah saat menikahi Sayyidah Aisyah juga pada Bulan Syawal.

Bukan tanpa alasan Rasulullah memilih bulan Syawal sebagai waktu untuk menikah.

Ia menjelasakan, pada zaman jahiliah dulu, orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal adalah suatu pantangan.

Baca juga: Eza Yayang Bang Ojak Tukang Ojek Pengkolan Liburan ke Amerika, Ketemu Agnez Mo dan Adam Ryoshi

"Pada masa itu (jahiliah), orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal itu tanda kesialan,"

"Tidak hanya menikah, bahkan berhubungan suami istri di bulan syawal itu sesuatu yang tabu bagi masyarakat Quraish jahiliah jaman dulu," kata dia.

Rasulullah menampik anggapan tersebut dan justru memilih menikah dengan Aisyah pada Bulan Syawal.

"Oleh karena itu, Rasulullah sengaja memilih bulan Syawal untuk menikah dengan Aisyah dan ingin menampik anggapan orang jahiliah quraish jaman dulu," terangnya.

Hal itu juga sesuai dengan sebuah hadist yang berbunyi;

عن عائشة رضي الله عنها قالت تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى قال

Sayyidah ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih bentuntung ketimbang diriku di sisi beliau?” (HR Muslim).

(Tribunnews.com/Tio)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved