Kisah Khalik Pedagang Tahu Goreng di TMII Tak Punya Ongkos Mudik, Pilih Tetap Kerja di Hari Lebaran

Hal itu pun dirasakan oleh pedagang tahu goreng di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, bernama Khalik.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Tribunnews/Gheovano Alfiqi
Khalik, pedagang asongan di TMII, memutuskan tidak mudik di Idul Fitri 1443 HIjriah tahun ini karena kesulitan biaya. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Tidak semua perantau di Jakarta, bisa merasakan mudik ke kampung halaman.

Mahalnya ongkos transportasi membuat sejumlah perantau memilih untuk tetap bekerja di Jakarta.

Hal itu pun dirasakan oleh pedagang tahu goreng di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, bernama Khalik.

Baca juga: Celine Evangelista Pacaran dengan Marshel Widianto Setelah Cerai dari Stefan, Bercanda atau Beneran?

Khalik mengaku tidak mudik di Idul Fitri 1443 HIjriah tahun ini karena kesulitan biaya.

“Saya tidak pulang Lebaran ini. Maklum, tidak ada uang, ini lagi dicari,” ujar Khalik saat ditemui, Rabu (4/5/2022).

Di hari ketiga Lebaran, Khalik merayakan Lebaran sambil tetap bekerja, berjualan memanfaatkan momentum warga yang sedang berlibur Lebaran ke TMII.

Baca juga: Jessica Iskandar Akan Urus Sendiri Anak Kedua Tanpa Pakai Jasa Baby Sitter, Bagi Jadwal dengan Suami

Pria asal Majalengka, Jawa Barat, ini menuturkan, Lebaran menjadi momentum tersendiri untuk mendapat penghasilan lebih.

“Ya kalau seperti ini saya bisa dapat lebih. Hari biasa untung kadang Rp 100.00 an,"

"Kalau libur begini bisa di atas Rp 200.000,” ujar pria berkaus hitam itu.

Ia tidak mau berjualan di dalam area taman wisata TMII karena izinnya yang menurutnya sulit dan harus membayar biaya sewa.

Baca juga: Inilah 5 Zodiak yang Paling Susah Dipahami, Apakah Kamu Termasuk?

Pria berkulit sawo matang ini memilih berjualan di depan pintu masuk TMII, menawarkan dagangannya kepada pengunjung yang lewat.

“Ya paling di sini aja, tidak ke dalam. Biasanya saya di pintu satu, karena tutup akhirnya ke pintu tiga ini,” ujarnya.

Sehari-harinya, Khalik tinggal bersama istri dan dua anaknya di Cijantung, Jakarta Timur.

Setiap hari dia berkeliling menjual tahu goreng di daerah Cijantung, Ciracas, Pasar Rebo, dan TMII. Sebungkus tahu goreng dibanderol Rp 5.000 isi lima potong.

Selain tahu, pria bertopi hitam ini juga menjual rujak mangga, mie lidi, telur puyuh, hingga permen cokelat dengan harga mulai Rp 5.000-10.000.
 
(Tribunnews.com, Gheovano Alfiqi)

 

 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved