Mengetahui Cara Perhitungan Ranking FIFA, Indonesia Peringkat 159 Dibawah Singapura dan Malaysia
Per ranking FIFA pada 31 Maret 2022, Timnas Indonesia masih tertahan di peringkat ke-159 dengan 1001,61 poin.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Indonesia akan mengisi jadwal FIFA matchday dengan uji coba kontra Bangladesh.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung pada Rabu (1/6/2022) malam WIB di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Baca juga: Daftar 28 Pemain yang Lolos Seleksi Terbuka Persis Women Tahap Pertama
Kemenangan menjadi target timnas Indonesia asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Hasil kemenangan juga akan berimbas pada perolehan poin untuk naik tangga di peringkat FIFA.
Saat ini, Indonesia berada di urutan ke-159 pada peringkat FIFA. Sementara Bangladesh ada di urutan ke-188.
Per ranking FIFA pada 31 Maret 2022, Timnas Indonesia masih tertahan di peringkat ke-159 dengan 1001,61 poin, tertinggal 10,66 poin dari pesaing terdekatnya, Singapura di posisi ke-158.
Untuk diketahui ranking FIFA Singapura merangkak naik setelah kalahkan Malaysia 2-1.
Timnas Singapura melewati ranking FIFA Timnas Indonesia! Tak tanggung-tanggung, The Lions –julukan Singapura– naik dua anak tangga setelah menang 2-1 atas Malaysia.
Terkait peringkat FIFA Indonesia dibawah Singapura, lantas bagaimana skema perhitungan poin yang dilakukan oleh FIFA?
Diberitakan Kompas.com dari goal.com, FIFA sejak tahun 2006 silam menggunakan metode berbasis peringkat rata-rata dengan total poin tim nasional dihitung dengan menghimpun poin rata-rata yang diperoleh per pertandingan.
Rata-rata poin sebuah tim dalam kurun empat tahun akan dikumpulkan dengan hasil selama 12 bulan terakhir membawa dampak besar.
Namun, saat ini metode yang digunakan FIFA diganti dengan metode penilaian ELO.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Bangladesh, Jam Berapa Main?
Mudah Berubah
Metode ELO berbeda dengan metode poin rata-rata, metode ini bekerja dengan menambah atau mengurangi poin sebuah tim yang sudah ada secara keseluruhan sebelum memulai suatu laga.
Oleh sebab itu, ranking FIFA saat ini akan lebih mudah berubah dengan adanya pertandingan yang akan dihadapi.
Selain itu, metode ini juga telah digunakan dalam olahraga lain dalam beberapa dekade terakhir.
Nantinya, perolehan poin yang dikurangi atau ditambahkan akan dihitung sebagian dengan memfaktorkan kekuatan relatif dari dua tim yang bertanding.
Pada metode ELO ini sebuah negara akan mendapatkan jumlah poin lebih sedikit bila melakoni laga di luar kalender internasional.
Sebaliknya, akan mendapat poin banyak bila memainkan laga di kalender internasional.
Tak hanya itu, penggunaan metode ELO digunakan oleh FIFA setelah merespons banyak protes bahwa terdapat kemungkinan tim memanipulasi penghitungan ranking mereka dengan meminimalkan jadwal pertandingan internasional.
Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat sepakbola sekaligus wartawan senior Weshley Hutagalung.
Peringkat FIFA
Menurutnya, ada dua aspek dalam menentukan peringkat di ranking FIFA.
"Yaitu jumlah pertandingan resmi yang terdaftar di kalender FIFA, dan hasilnya. Itu hitungan utamanya," kata Weshley saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/9/2019).
Saat disinggung soal penyebab melorotnya peringkat Indonesia di ranking FIFA, ia menyatakan beberapa hal.
"Penyebabnya ya karena hasil pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia kemarin, kan dua kali kalah, ya pasti melorot," jelasnya.
Selain itu, kurangnya jumlah pertandingan yang masuk kalender FIFA sebelum Kualifikasi Piala Dunia kemarin juga ikut mempengaruhi.
Menurutnya, timnas hanya melakoni dua pertandingan setelah lebaran.
"Timnas hanya sekali main lawan Yordania, terus lawan Vanuatu. Melawan Vanuatu itu saja tidak masuk kalender FIFA, walaupun menang ya hasilnya tidak dihitung," lanjutnya.
Ia kembali memastikan, bahwa hal tersebutlah yang menjadi faktor penurunan peringkat tim nasional Indonesia.
"Sudah pasti itu, sedikitnya jumlah pertandingan yang masuk kalender FIFA, dan dua kekalahan ini sudah pasti mempengaruhi, karena tim lain menang dan seri," paparnya.
Baca juga: Tak Mau Terlalu Gemuk, Skuad Persis Women Bakal Dihuni 27 Pemain : Perpaduan Hasil Seleksi & Timnas
Indonesia Terus Naik
Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong terus mengalami kenaikan pada peringkat FIFA.
Sejak Shin Tae-yong hadir, Indonesia saat itu berada di urutan ke-173.
Awalnya, Indonesia turun dua peringkat karena tak melakukan uji coba pada kalender FIFA pada pertengahan 2021.
Hasilnya, peringkat timnas Indonesia turun pada September 2021. Sebulan kemudian, kembali melonjak di urutan ke-165.
Pada Desember 2021, Indonesia kembali naik tangga ke urutan 164 dunia.
Hasil manis ketika Indonesia meningkat di urutan ke-160 pada 10 Februari 2022. Namun demikian, peringkat itu masih jauh dari target.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Skuad-Timnas-Indonesia-352.jpg)