Pasar Beringharjo Jogja Kini Buka Sampai Jam 21.00 (9 Malam), Para Wisatawan dan Pedagang Senang
Kini Pasar Beringharjo Yogyakarta yang sempat sepi didatangi wisatawan sejak pandemi, mulai dibanjiri pengunjung.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Melandainya kasus covid-19 di tanah air, tentu memulihkan perekonomian di berbagai aspek.
Kini Pasar Beringharjo Yogyakarta yang sempat sepi didatangi wisatawan sejak pandemi, mulai dibanjiri pengunjung.
Untuk itu Pemkot Yogja memperpanjang jam operasional Pasar Beringharjo, agar bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan.
Baca juga: Pemerintah Akan Larang Kendaraan Mewah Beli Pertalite, Aturan dan Kriteria-nya Sedang Disusun
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menyampaikan, dengan diterapkannya PPKM Level 2, animo pelancong untuk berkunjung pun semakin meningkat.
Hal itu, dibarengi dengan beberapa upaya revitalisasi guna mempercantik Pasar Beringharjo.
"Selama beberapa long weekend, saya tanya ke pedagang, omzet mereka sudah naik, sudah hampir normal, ya,"
"Lantaran pengunjungnya kini makin banyak. Teman-teman pedagang juga sudah siap, dan kita bergerak untuk buka lebih lama, sampai malam lagi," urai Veronica, Rabu (1/6/2022).
Sebagai informasi, uji coba perpanjangan jam operasional Pasar Beringharjo sendiri sudah diterapkan sejak 4 Mei 2022 lalu.
Sepanjang uji coba digulirkan, Dinas Perdagangan pun memantau terus progres yang didapatkan para pedagang, guna membandingkan ozet sebelum dan sesudah.
Baca juga: Gara-gara Jambret Tas Berisi Uang Rp 4 Ribu, Pria di Pare Kediri Babak Belur Dihajar Massa
"Ini saya juga kepikiran untuk memantau pengunjung di Pasar Beringharjo itu dengan checker, supaya perbandingan antara sebelum dan sesudah buka malam makin kelihatan. Tapi, memang kita akan mendorong terus teman-teman pedagang untuk buka sampai malam," jelasnya.
"Jadi, terus kita perpanjang (jam operasional), karena kita melihat perkembangan wisatawan yang terus meningkat itu. Sekarang kita lihat dari Senin sampai Minggu ramai terus, hari libur semua setiap hari," tambah Veronica.
Namun, dengan kondisi yang sudah semkin membaik, Dinas Perdagangan pun tidak lagi memberikan keringanan pada pedagang, mengenai biaya retribusi.
Dalam artian, pajak bulanan yang harus dibayarkan pelaku ekonomi Pasar Beringharjo saat ini sudah dinormalkan kembali.
"Sekarang, bahkan sejak awal 2022 itu sudah normal. Nah, relaksasi dari Pemkot Yogyakarta , hanya sampai akhir 2021 saja, setelah itu normal lagi, dan tidak ada pedagang yang protes, karena kondisinya membaik," tambahnya.
Merespons pelonggaran tersebut, seorang turis lokal, Agung Kristiono pun memberikan sambutan positif.
Baca juga: Baru Dilantik, Oknum Kepala Desa Langsung Diberhentikan Gara-gara Selingkuhi Istri Pengurus Masjid
Sebab, kawasan Malioboro, termasuk Pasar Beringharjo , menjadi destinasi terakhir yang dikunjungi.
Sehingga, jika hanya beroperasi hingga sore, akan banyak yang kecele.
"Kebetulan ini satu hari liburan di Yogya, dari pagi sampai siang kita full ke objek-objek wisata, terus sore menjelang malam baru ke Malioboro,"
"Kalau (Pasar Beringharjo) bisa buka sampai malam, ya, tentu bagus, karena kita makin leluasa berburu oleh-oleh," pungkasnya.
Perpanjangan jam operasional Pasar Beringharjo , Kota Yogyakarta mendapat respons positif dari pelaku usaha.
Kebijakan tersebut, dinilai sebagai dorongan nyata terhadap pemulihan perekonomian para pedagang, setelah lebih dari dua tahun terdampak pandemi.
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Barat, Bintoro, mengatakan, momentum perbaikan sejatinya sudah terlihat sejak libur lebaran silam.
Dengan ditambah perpanjangan jam operasional hingga pukul 21.00, para pedagang kini semakin leluasa 'golek ijol', usai dipaksa mati suri.
"Jadi, tentu kita menyambut baik ketika Pemkot Yogyakarta kembali mengizinkan Pasar Beringharjo buka sampai malam, karena itu harapan pedagang," ujarnya, Rabu (1/6/2022). (*)
(Tribun Jogja/Azka Ramadhan)